Putri Presiden Duterte Batal Ikut Pilkada, Kode Keras Maju Pilpres Filipina
MANILA, iNews.id - Sara Duterte Carpio, putri Presiden Filipina Rodrigo Duterte memutuskan batal mengikuti pilkada atau pemilihan Wali Kota Davao. Ini menjadi sinyal kuat Sara akan maju dalam pemilihan presiden (pilpres) Filipina tahun depan.
Pengumuman ini disampaikan hanya beberapa hari sebelum batas waktu pendaftaran pilpres yakni 15 November 2021. Namun Sara tak menjelaskan mengapa dia mundur dalam pilwalkot. Pengumuman lebih lanjut akan disampaikan.
"Sore ini saya menarik pencalonan diri sebagai Wali Kota Davao," kata Sara, seraya melanjutkan, adik laki-lakinya yang kini menjabat wakil wali kota, Sebastian, akan mencalonkan diri.
Perempuan 43 tahun itu punya peluang besar mengikuti jejak ayahnya menjadi presiden Filipina. Berdasarkan aturan di Filipina, Duterte (76) tidak bisa mencalonkan diri lagi dalam pilpres. Masa jabatan presiden dibatasi hanya satu periode yakni 6 tahun. Selain itu Duterte menegaskan dirinya akan pensiun dari politik, yang juga membatalkan niatnya untuk maju sebagai wakil presiden.
Duterte Umumkan Pensiun dari Politik, Buka Jalan bagi Putrinya Jadi Presiden Filipina
Ini terlihat dari beberapa hasil polling yang mengunggulkannya menjadi orang nomor 1 Filipina. Pada beberapa kesempatan Sara menegaskan tak ingin maju dalam pilpres. Namun baru-baru ini dia mengungkapkan kesediaan bergabung dengan kandidat presiden lainnya, Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr, putra mendiang diktator yang digulingkan pada 1986.
Putri Duterte Ngotot Maju Pilpres Filipina, Beberapa Politisi Bersedia Jadi Wakilnya
Filipina akan menggelar pemilihan serentak pada Mei 2022. Selain presiden, posisi yang juga diperebutkan di hari yang sama adalah gubernur, wali kota, serta kepala daerah lainnya.
Keluarga Marcos selama puluhan tahun menguasai perpolitikan Filipina. Para pendukung Marcos juga mendesak Sara, yang juga akrab disapa Inday, untuk menjadi pasangannya.
Kandidat lain yang akan maju dalam pilpres adalah mantan petinju Manny Pacquiao, mantan aktor dan Wali Kota Manila Francisco Domagoso, wakil presiden petahana Leni Robredo, serta senator Panfilo Lacson.
Editor: Anton Suhartono