Pria di Australia Bakar Istri dan 3 Anaknya di Mobil hingga Tewas lalu Bunuh Diri
SYDNEY, iNews.id - Seorang pria Australia yang juga mantan pemain rugby profesional membunuh istri dan tiga anaknya secara sadis, yakni membakar mereka hidup-hidup di dalam mobil.
Polisi Australia menyebut kasus ini sebagai insiden paling mengerikan yang pernah mereka tangani.
Korban merupakan seorang perempuan 31 tahun, Hannah Baxter, yang meninggal setelah dibawa ke rumah sakit Kota Brisbane pada Rabu (19/2/2020). Tiga anaknya, yakni berusia 3, 4, dan 6 tahun, dinyatakan meninggal lebih dulu di dalam mobil yang hangus di pinggiran kota.
Pelaku, Rowan Baxter (42), juga berada di dalam mobil, bersama istri dan tiga anaknya. Dia menyiram orang-orang di dalam mobil dengan bensin lalu menyulut mereka dengan api.
Surat kabar lokal melaporkan, Hannah sempat menyelamatkan diri dengan melompat keluar mobil lalu berguling-guling di tanah. Pengguna jalan sempat menolongnya yang dilanjutkan oleh tim medis yang membawanya ke rumah sakit.
Seorang pejalan kaki yang mencoba menolong korban mengalami luka bakar di wajah dan kini dirawat di rumah sakit.
Pejabat rumah sakit mengatakan, Hannah dibawa dalam kondisi luka bakar parah dan nyawanya tak bisa diselamatkan.
Stasiun televisi ABC melaporkan, Rowan juga sempat keluar dari mobil dalam kondisi tubuhnya dilalap api. Dia ditemukan sudah tak bernyawa di jalan setapak tak jauh dari lokasi. Namun laporan lain menyebutkan, dia meninggal bukan karena dilalap api melainkan bunuh diri menggunakan pisau.
Sementara itu kepolisian Queensland enggan memberikan keterangan terperinci mengenai insiden ini. Petugas masih menyelidiki untuk memastikan penyebab mobil terbakar.
"Bagaimana kebakaran sebenarnya terjadi belum dipastikan saat ini. Tdak pantas bagi kami, sejauh ini, untuk menyebut insiden ini sebagai pembunuhan dan aksi bunuh diri atau kecelakaan tragis," kata pejabat Kepolisian Queensland, Mark Thompson, dikutip dari AFP.
Tragedi itu menjadi viral dan memicu keprihatinan di media sosial, banyak netizen menyerukan agar pemerintah bertindak lebih besar untuk mengatasi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Editor: Anton Suhartono