Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ngeri! Pesawat Mendarat Darurat di Jalan Raya Hantam Mobil
Advertisement . Scroll to see content

Presiden Putin Tanda Tangani UU Penangguhan Perjanjian Nuklir New START 

Rabu, 01 Maret 2023 - 14:21:00 WIB
Presiden Putin Tanda Tangani UU Penangguhan Perjanjian Nuklir New START 
Presiden Vladimir Putin telah menandatangani UU yang secara resmi menangguhkan perjanjian nuklir Rusia dengan
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Presiden Vladimir Putin telah menandatangani Undang-Undang (UU) yang secara resmi menangguhkan perjanjian nuklir Rusia dengan Amerika Serikat (AS). Penandatanganan dilakukan pada Selasa (28/1/2023). 

Dalam pidato kenegaraannya pekan lalu, Putin mengatakan, Moskow menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian START Baru 2010. Rusia tidak dapat menerima inspeksi AS atas situs nuklirnya di bawah pakta tersebut pada saat Washington dan sekutu NATO-nya secara terbuka menyatakan ingin Rusia kalah di Ukraina. 

Kedua majelis parlemen Rusia dengan cepat meratifikasi RUU Putin tentang penangguhan pakta tersebut minggu lalu. UU itu segera berlaku setelah Putin menandatanganinya. 

Dokumen tersebut mengatakan bahwa terserah presiden untuk memutuskan apakah Moskow dapat kembali ke pakta tersebut atau tidak.

Putin menekankan bahwa Moskow tidak menarik diri sama sekali dari pakta tersebut. Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengatakan negaranya akan menghormati batasan senjata nuklir yang ditetapkan berdasarkan perjanjian dan terus memberi tahu AS tentang peluncuran uji coba rudal balistik.

Sementara itu, pada hari Senin (27/2/2023), seorang pejabat kontrol senjata AS mengkritik keras Rusia karena menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian tersebut. Meski demikian, dia mencatat jika Washington akan mencoba bekerja sama dengan Moskow untuk melanjutkan implementasinya.

“Rusia sekali lagi menunjukkan kepada dunia bahwa itu bukan kekuatan nuklir yang bertanggung jawab,” kata Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk pengendalian senjata, Bonnie Jenkins, pada sesi Konferensi Perlucutan Senjata, sebuah forum internasional yang berafiliasi dengan PBB.

Jenkins mengatakan, AS belum sepenuhnya menilai konsekuensi dari tindakan penangguhan Rusia. Namun dia mengklaim tak melihat bukti apa pun bahwa Rusia tidak patuh.

“Kami tetap siap untuk bekerja secara tegas dengan Rusia untuk sepenuhnya mengimplementasikan perjanjian New START,” tambahnya.

New START yang ditandatangani oleh presiden AS saat itu, Barack Obama dan Dmitry Medvedev pada tahun 2010, membatasi masing-masing negara untuk tidak lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir dan 700 rudal dan pembom yang dikerahkan. Perjanjian tersebut memungkinkan inspeksi menyeluruh di tempat untuk memverifikasi kepatuhan.

Pemeriksaan telah terbengkalai sejak 2020 karena pandemi COVID-19. Diskusi untuk melanjutkannya seharusnya dilakukan November lalu, tetapi Rusia tiba-tiba membatalkannya.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut