PARIS, iNews.id – Presiden PrancisEmmanuel Macron memprediksi Ukraina bisa segera jatuh ke tangan Rusia. Hal itu diungkapkannya dalam sebuah pertemuan dengan politisi Prancis di Istana Elysee, Paris, belum lama ini.
Media AS melaporkan, pernyataan Macron itu didapat dari seorang peserta pertemuan yang tidak disebutkan namanya. “Ukraina bisa jatuh dengan sangat cepat,” demikian Macron berkata, seperti dikutip orang itu kepada Politico.
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Dikatakan bahwa, pernyataan itu disampaikan Macron saat membahas pemilu Parlemen Eropa yang akan digelar pada Juni mendatang.
Setelah konferensi mengenai Ukraina yang diselenggarakan di Paris pada akhir bulan lalu, Macron menyebut para pemimpin Barat telah membahas kemungkinan pengiriman pasukan NATO ke Ukraina. Akan tetapi, sampai sejauh ini tidak ada kesepakatan yang dicapai mengenai hal itu.
Rusia Mulai Produksi Massal Bom Berdaya Ledak Tinggi FAB-3000, untuk Hajar Ukraina?
Pada 10 Maret, Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan, tentara NATO sebenarnya sudah hadir di Ukraina. Namun dia tidak memberikan perincian mengenai jumlah dan negara asal mereka.
Sementara Kremlin (Istana Presiden Rusia) sudah sering mengingatkan tentang konsekuensi dari pengerahan pasukan NATO ke Ukraina. Menurut Moskow, tindakan semacam itu akan membuat konflik langsung antara aliansi militer pimpinan AS tersebut dan Rusia tidak terhindarkan lagi.
Rusia Ingatkan Jepang agar Tak Coba-Coba Serahkan Rudal Patriot ke Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengatakan, jika terjadi konfrontasi langsung antara pasukan Moskow dan NATO, itu berarti Perang Dunia III hanya tinggal selangkah lagi.
“Jelas bagi semua orang, bahwa (pengerahan pasukan NATO ke Ukraina) ini akan menjadi satu langkah lagi dari Perang Dunia Ketiga yang berskala penuh. Saya pikir hampir tidak ada orang yang tertarik dengan hal ini,” ujar Putin kepada wartawan di Moskow, pascakemenangannya di Pilpres Rusia 2024, Senin (18/3/2024).
AS: Ukraina Telah Kehilangan Kekuatan di Medan Perang
Editor: Ahmad Islamy Jamil