Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hantavirus Makin Menyebar, Kini Terdeteksi di Amerika Serikat!
Advertisement . Scroll to see content

Presiden Kuba Kecam Menlu AS: Pejabat Negara Tak Tahu Instruksi Trump!

Kamis, 07 Mei 2026 - 14:43:00 WIB
Presiden Kuba Kecam Menlu AS: Pejabat Negara Tak Tahu Instruksi Trump!
Miguel Diaz Canel geram kepada Menlu AS Marco Rubio yang membantah AS memblokade energi terhadap Kuba (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

HAVANA, iNews.id - Presiden Kuba Miguel Diaz Canel geram kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio. Diaz Canel marah atas pernyataan Rubio yang membantah bahwa AS memberlakukan blokade minyak terhadap Kuba.

“Sungguh mengejutkan, seorang pejabat tinggi pemerintah AS secara terbuka menyatakan pemerintahannya tidak memberlakukan blokade energi terhadap Kuba," kata Diaz Canel di akun media sosial X, dikutip Kamis (7/5/2026).

Dia mengaku heran, seorang menlu tidak mengetahui instruksi presiden yang dikeluarkan Donald Trump pada 29 Januari.

“Sungguh mengejutkan bahwa dia belum mendengar presiden dan juru bicara Gedung Putih membahas soal ini,” tulisnya.

Hal yang lebih mengejutkan, lanjut Diaz Canel, Rubio menyalahkan ketidakmampuan warga Kuba dalam menangani kesulitan ekonomi. Padahal perekonomian Kuba sedang dan akan terus dihancurkan oleh AS. 

Menurut dia, AS mengeluarkan investasi dan sumber daya yang besar untuk mencapai tujuannya, menghancurkan Kuba.

Rubio pada Selasa lalu membantah AS memberlakukan blokade minyak terhadap Kuba. Namun di sisi lain AS mengancam akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara yang menjual minyak ke negara kepulauan tersebut.

"Tidak ada blokade minyak terhadap Kuba secara langsung," katanya.

Kuba menghadapi krisis bahan bakar dan energi menyusul blokade minyak oleh AS sejak 30 Januari. Bersamaan dengan itu Kuba mengalami pemadaman listrik besar-besaran.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut