Presiden Iran: Kepercayaan Kami dengan AS Sudah Hancur Total
TEHERAN, iNews.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kepercayaan negaranya terhadap Amerika Serikat (AS) telah hancur total. Pernyataan keras ini muncul setelah Teheran menilai Washington berulang kali melancarkan serangan bahkan saat proses negosiasi sedang berlangsung.
Menurut Pezeshkian, pengalaman pahit tersebut menjadi bukti bahwa AS tidak bisa dipercaya. Dia menegaskan, serangan bisa terjadi kapan saja, termasuk di tengah upaya diplomasi, sehingga memperdalam ketidakpercayaan Iran terhadap Washington.
Dalam percakapan telepon dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, Pezeshkian menyatakan bahwa meskipun Iran tetap mengedepankan dialog, realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya dari pihak AS.
“Upaya untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan diplomasi dengan tanggung jawab Iran selalu menjadi agenda,” kata Pezeshkian, dikutip dari Anadolu.
Mojtaba Khamenei: Iran Akan Tenggelamkan AS di Teluk Persia
Namun dia menambahkan, “Selama negosiasi, Amerika Serikat dan rezim Zionis menyerang Iran dua kali, dan ada kemungkinan tindakan tersebut akan terulang, yang menyebabkan ketidakpercayaan total Iran terhadap Amerika Serikat.”
Pezeshkian merujuk pada dua serangan besar yang terjadi saat proses diplomasi masih berjalan. Serangan pertama dilakukan pada Juni 2025 oleh AS dan Israel di tengah negosiasi nuklir yang telah berlangsung lima putaran.
Trump Tolak Proposal Damai Iran: Saya Tidak Puas!
Serangan kedua terjadi pada 28 Februari 2026, kembali melibatkan AS dan Israel saat pembahasan program nuklir Iran masih berlangsung. Peristiwa ini semakin memperkuat pandangan Teheran bahwa negosiasi tidak menjamin keamanan dari aksi militer.
Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan tidak akan sepenuhnya meninggalkan jalur diplomasi. Pezeshkian menekankan bahwa dialog tetap menjadi prioritas, namun dengan kewaspadaan tinggi terhadap potensi pengkhianatan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Editor: Anton Suhartono