Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Pacitan M 6,4 Telan Korban Jiwa, Sejumlah Rumah Roboh
Advertisement . Scroll to see content

Prediksi Gempa Dahsyat Renggut 300.000 Nyawa, Begini Persiapan Jepang

Sabtu, 05 Juli 2025 - 14:55:00 WIB
Prediksi Gempa Dahsyat Renggut 300.000 Nyawa, Begini Persiapan Jepang
Jepang meningkatkan kewaspadaan nasional setelah para ahli memperkirakan potensi gempa dahsyat dalam 30 tahun mendatang (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id – Pemerintah Jepang meningkatkan kewaspadaan nasional setelah para ahli memperkirakan potensi gempa dahsyat di wilayah Palung Nankai yang bisa terjadi dalam 30 tahun ke depan.

Jika terjadi, gempa tersebut diprediksi akan menimbulkan tsunami besar dan merenggut hampir 300.000 nyawa, menjadikannya salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah Jepang modern.

Prediksi Mengerikan: 298.000 Korban Jiwa dan Kerugian Fantastis

Perkiraan terbaru yang dirilis pemerintah pada Maret 2025 menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa bisa mencapai 298.000 orang, sementara nilai kerugian ekonomi ditaksir mencapai angka fantastis 2 triliun dolar AS.

Panel pemerintah yang menangani risiko bencana telah meningkatkan peluang terjadinya gempa besar di kawasan Palung Nankai menjadi 75 hingga 82 persen dalam 30 tahun mendatang. Gempa tersebut diperkirakan akan diikuti oleh tsunami raksasa, menghantam wilayah padat penduduk seperti Tokai, Kinki, dan Shikoku.

Palung Nankai: Sumber Gempa Mematikan

Palung Nankai adalah zona subduksi sepanjang 800 km yang membentang di lepas pantai selatan Jepang. Di sinilah lempeng tektonik Pasifik dan Filipina menunjam ke bawah lempeng Eurasia, menciptakan tekanan dahsyat yang sewaktu-waktu bisa dilepaskan dalam bentuk gempa megathrust.

Sejarah mencatat, wilayah ini mengalami gempa besar secara berkala setiap 100 hingga 200 tahun. Terakhir kali terjadi pada tahun 1946, dan kini tekanan geologis diyakini telah cukup besar untuk memicu gempa berikutnya.

Langkah Serius Jepang: Dari Tanggul hingga Latihan Massal

Untuk menghadapi potensi bencana ini, Pemerintah Jepang telah memperbarui rencana kesiapsiagaan nasional pada 1 Juli lalu. Rencana ini mencakup berbagai upaya mitigasi, termasuk:

  • Pembangunan tanggul raksasa di sepanjang pantai selatan
  • Bangunan evakuasi bertingkat yang dapat menampung ribuan warga
  • Latihan evakuasi skala nasional secara rutin
  • Sistem peringatan dini berbasis sensor dasar laut.

Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.

“Penting bagi pemerintah, kota, perusahaan, dan lembaga nirlaba untuk bersatu dan melakukan tindakan guna menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin,” kata Ishiba, seperti dikutip AFP.

Target Pengurangan Korban Masih Jauh

Rencana awal pada 2014 dari Dewan Manajemen Bencana Pusat menargetkan pengurangan jumlah korban hingga 80 persen. Namun sejauh ini, langkah-langkah yang diambil baru diperkirakan bisa menekan korban sekitar 20 persen saja. 

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa upaya saat ini belum cukup kuat menghadapi skenario bencana terburuk.

Dampak Psikologis dan Pariwisata

Kekhawatiran akan bencana ini tak hanya berdampak pada warga lokal. Saat Asosiasi Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan awal gempa pada Agustus 2024, kemudian dicabut seminggu kemudian, turis asing ramai-ramai membatalkan perjalanan ke Jepang.

Hal ini menunjukkan betapa besar efek domino dari prediksi bencana ini, bahkan sebelum terjadi.

Dengan potensi korban mencapai ratusan ribu dan kerugian ekonomi yang masif, Jepang tengah berpacu dengan waktu. Langkah-langkah mitigasi terus dikebut, namun tantangan masih besar. 

Pemerintah, masyarakat, dan komunitas ilmiah kini dituntut untuk bersinergi demi menghadapi ancaman gempa terbesar yang mungkin datang dalam waktu tak lama lagi.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut