Prancis Konfirmasi Kasus Pertama Hantavirus dari Kapal Pesiar MV Hondius
PARIS, iNews.id - Pemerintah Prancis mengonfirmasi kasus pertama Hantavirus yang terkait dengan outbreak di kapal pesiar MV Hondius. Pasien diketahui merupakan seorang perempuan warga negara Prancis yang dievakuasi dari kapal pesiar tersebut bersama empat warga lainnya dari Kepulauan Canary, Spanyol.
Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist, mengatakan pasien mulai menunjukkan gejala saat penerbangan evakuasi dari Tenerife menuju Bandara Le Bourget dekat Paris pada Minggu (10/5/2026) waktu setempat.
"Hasil tes menunjukkan positif Hantavirus," ujar Rist kepada radio France Inter, dikutip Senin (11/5/2026). Dia juga mengungkapkan kondisi pasien dilaporkan memburuk dalam semalam.
Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, melalui media sosial X menyebut pasien sebenarnya sudah memperlihatkan gejala sejak berada di dalam pesawat repatriasi.
21 RS Sentinel Disiapkan Kemenkes untuk Deteksi Hantavirus di Indonesia
Sementara itu, empat warga Prancis lain yang ikut dievakuasi dinyatakan negatif Hantavirus. Meski demikian, mereka tetap diwajibkan menjalani isolasi minimal selama 15 hari guna mencegah potensi penyebaran virus.
Otoritas kesehatan Prancis juga melacak 22 warga negaranya yang sempat berada dalam rangkaian penerbangan terkait klaster kasus tersebut, termasuk rute Saint Helena-Johannesburg dan Johannesburg-Amsterdam. Sebagian dari mereka bahkan telah menjalani isolasi sejak pekan lalu.
Waspada Hantavirus, Kemenkes Siagakan 21 RS Sentinel di 20 Provinsi
Di Spanyol, dua perempuan yang sempat dirawat di Barcelona dan Alicante karena diduga terpapar Hantavirus dinyatakan negatif berdasarkan hasil tes PCR. Selain itu, 14 penumpang asal Spanyol yang menjalani karantina di Rumah Sakit Gomez Ulla, Madrid, dilaporkan dalam kondisi baik.
Kementerian Kesehatan Spanyol menetapkan 6 Mei sebagai 'zero day', perhitungan masa karantina setelah berkonsultasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), European Center for Disease Prevention and Control (ECDC), dan otoritas kesehatan setempat. Dengan demikian, masa isolasi bisa berlangsung hingga 42 hari.
Pada pekan pertama karantina, para penumpang diwajibkan menjalani tes PCR berulang dan dilarang menerima kunjungan sampai evaluasi lanjutan dilakukan.
Pemerintah Spanyol menegaskan seluruh langkah penanganan telah dilakukan untuk memutus rantai penularan setelah ditemukan dua kasus positif yang berkaitan dengan kapal pesiar tersebut, yakni seorang warga Amerika Serikat dan perempuan asal Prancis.
Kapal MV Hondius masih berada di Tenerife untuk pengisian bahan bakar dan logistik sebelum melanjutkan perjalanan ke Belanda. Kapal itu juga membawa barang bawaan penumpang untuk proses disinfeksi, termasuk jenazah salah satu korban meninggal dunia sesuai protokol kesehatan yang berlaku.
Meski sempat muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan tikus dari kapal mencapai daratan dan menyebarkan virus, Kementerian Kesehatan Spanyol menegaskan tidak ada tikus di atas kapal dan menilai skenario tersebut sangat kecil kemungkinan terjadi.
Sebagai informasi, Hantavirus merupakan penyakit langka yang umumnya ditularkan melalui tikus atau kotorannya. Namun, jenis virus yang diduga terkait wabah di MV Hondius disebut memiliki kemampuan penularan antarmanusia.
Editor: Muhammad Sukardi