Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Diserang Iran, Kuwait Liburkan Salat Tarawih di Seluruh Masjid Seminggu
Advertisement . Scroll to see content

Prancis dan Uni Eropa Kompak Dukung Spanyol Lawan Ancaman AS soal Perang Melawan Iran

Minggu, 08 Maret 2026 - 08:01:00 WIB
Prancis dan Uni Eropa Kompak Dukung Spanyol Lawan Ancaman AS soal Perang Melawan Iran
Prancis mendukung sikap Spanyol yang menolak untuk membantu Amerika Serikat dalam perang melawan Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

PARIS, iNews.id - Prancis mendukung sikap Spanyol yang menolak untuk membantu Amerika Serikat (AS) dalam perang melawan Iran. Sebelumnya Spanyol tak mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk digunakan menyerang Iran, memicu kemarahan Presiden Donald Trump.

Stasiun televisi BFMTV, mengutip pernyataan Istana Elysee, melaporkan Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez belum lama ini, mengungkapkan solidaritas terhadap Madrid dalam menghadapi ancaman Trump yang akan memutuskan kerja sama perdagangan dengan Spanyol.

"(Macron baru saja berbicara dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez) Untuk menyampaikan solidaritas Eropa-Prancis sebagai tanggapan terhadap ancaman pemaksaan ekonomi yang baru-baru ini ditujukan kepada Spanyol,” bunyi pernyataan Istana Elysee.

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa juga menyampaikan solidaritas Uni Eropa kepada Madrid seraya menegaskan akan selalu memastikan bahwa kepentingan negara-negara anggotanya dilindungi sepenuhnya.

Sebagai respons, Sanchez berterima kasih kepada Macron dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen atas pesan dan seruan dukungan.

“Tolak perang. Iya untuk perdagangan, kerja sama, dan kemakmuran,” tulis Sanchez, di media sosial AS X.

Sebelumnya Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengklaim pemerintah Spanyol mulai bekerja sama dengan AS dalam "beberapa jam terakhir" setelah awalnya menolak untuk mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan-pangkalan tersebut. 

Namun Menteri Luar Negeri (Menlu) Spanyol Jose Manuel Albarez membantah klaim tersebut dengan mengatakan sikap pemerintahannya tidak berubah.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut