Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prajurit TNI Anggota UNIFIL Praka Rico Gugur akibat Serangan Tank Merkava Israel
Advertisement . Scroll to see content

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, PBB Desak Israel Hentikan Serangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:40:00 WIB
Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, PBB Desak Israel Hentikan Serangan
Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak Israel untuk menghentikan serangan di Lebanon. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mendesak Israel untuk menghentikan serangan di Lebanon. Hal ini setelah gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Praka Rico Pramudia.

Guterres turut menyampaikan dukacita atas gugurnya Praka Rico di Lebanon selatan pada akhir Maret 2026 lalu.

Guterres mengaku sedih atas gugurnya penjaga perdamaian asal Indonesia tersebut. Dia mengatakan, korban meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.

“Saya turut berdukacita atas meninggalnya seorang lagi pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia akibat luka-luka yang dideritanya setelah insiden pada bulan Maret, ketika sebuah peluru yang ditembakkan dari tank Pasukan Pertahanan Israel menghantam posisi @UNIFIL_ di Lebanon selatan, menurut temuan awal UNIFIL,” tulis Guterres dalam cuitannya di akun X pribadinya, Sabtu (25/4/2026).

Dia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban. Dia turut mendoakan pemulihan bagi para penjaga perdamaian lain yang terluka dalam insiden tersebut.

“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega dari para penjaga perdamaian yang gugur, dan saya berharap agar para korban luka lainnya segera pulih sepenuhnya,” katanya.

PBB mencatat, hingga saat ini enam personel UNIFIL di Lebanon telah tewas. Dia mendesak agar Israel segera menghentikan serangan ke Lebanon.

“Enam penjaga perdamaian yang bertugas di UNIFIL kini telah tewas dan beberapa lainnya mengalami luka serius menyusul insiden baru-baru ini di tengah permusuhan antara Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel. Serangan-serangan ini harus dihentikan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keras setelah gugurnya prajurit Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL, Praka Rico Pramudia, akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret 2026 lalu. 

Sejak insiden tersebut, Kemlu menegaskan, pemerintah terus melakukan koordinasi erat dan intensif dengan pihak UNIFIL. Kemlu bersama pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut juga telah memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat dan optimal.

Oleh karena itu, Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini. Bagi Indonesia, keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut