Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nah, Iran Gelar Latihan Perang Besar-besaran Libatkan Rudal dan Drone
Advertisement . Scroll to see content

Potensi AS Serang Iran, Australia Minta Keluarga Diplomat Tinggalkan Israel dan Lebanon Segera

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:50:00 WIB
Potensi AS Serang Iran, Australia Minta Keluarga Diplomat Tinggalkan Israel dan Lebanon Segera
Australia menginstruksikan keluarga staf diplomatik di Israel dan Lebanon meninggalkan kedua negara tersebut (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

SYDNEY, iNews.id - Australia menginstruksikan keluarga staf diplomatik di Israel dan Lebanon segera meninggalkan kedua negara tersebut di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, terutama potensi serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran.

Lebanon kemungkinan akan terdampak serangan tersebut, di mana kelompok proksi Iran, seperti Hizbullah, kemungkinan terlibat dalam pertempuran.

Departemen Luar Negeri Australia menginstruksikan semua anggota keluarga diplomat yang ditempatkan di Lebanon dan Israel untuk segera pergi.

"Situasi keamanan di Timur Tengah tidak bisa diprediksi," bunyi peringatan tersebut, seraya mengingatkan ketegangan di kawasan tetap tinggi serta risiko konflik militer yang panjang.

Disebutkan, peningkatan ketegangan bisa mengarah pada penutupan wilayah udara, pembatalan penerbangan, serta gangguan lain.

Meski demikian, Kedutaan Besar Australia di Tel Aviv maupun Beirut tetap beroperasi pada Rabu (25/2/2026).

Selain itu Deplu Australia juga merekomendasikan kepada anggota keluarga diplomat di Yordania, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA), untuk pulang.

Presiden AS Donald Trump dalam Pidato Kenegaraan pada Selasa kembali mengancam Iran dengan serangan meski dia lebih menyukai penyelesaian diplomatik. Trump menegaskan tidak akan mengizinkan Iran membuat senjata nuklir.

AS meningkatkan kehadiran militer, menyiagakan kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford ke wilayah tersebut, bersama pesawat dan pasukan tambahan yang ditempatkan di pangkalan-pangkalan udara termasuk Al Udeid di Qatar.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Lebanon Youssef Raggihas memperingatkan, infrastruktur di negaranya bisa menjadi sasaran jika permusuhan meningkat.

Israel terus menyerang Lebanon meski kesepakatan gencatan senjata yang diteken pada November 2024 dengan Hizbullah masih berlaku.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut