Potensi AS Serang Iran, Australia Minta Keluarga Diplomat Tinggalkan Israel dan Lebanon Segera
SYDNEY, iNews.id - Australia menginstruksikan keluarga staf diplomatik di Israel dan Lebanon segera meninggalkan kedua negara tersebut di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, terutama potensi serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran.
Lebanon kemungkinan akan terdampak serangan tersebut, di mana kelompok proksi Iran, seperti Hizbullah, kemungkinan terlibat dalam pertempuran.
Departemen Luar Negeri Australia menginstruksikan semua anggota keluarga diplomat yang ditempatkan di Lebanon dan Israel untuk segera pergi.
"Situasi keamanan di Timur Tengah tidak bisa diprediksi," bunyi peringatan tersebut, seraya mengingatkan ketegangan di kawasan tetap tinggi serta risiko konflik militer yang panjang.
Menlu AS: Iran Enggan Bahas Program Rudal Balistik, Masalah Besar!
Disebutkan, peningkatan ketegangan bisa mengarah pada penutupan wilayah udara, pembatalan penerbangan, serta gangguan lain.
Meski demikian, Kedutaan Besar Australia di Tel Aviv maupun Beirut tetap beroperasi pada Rabu (25/2/2026).
AS Kerahkan 300 Lebih Pesawat Militer ke Timur Tengah, Segera Serang Iran?
Selain itu Deplu Australia juga merekomendasikan kepada anggota keluarga diplomat di Yordania, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA), untuk pulang.
Presiden AS Donald Trump dalam Pidato Kenegaraan pada Selasa kembali mengancam Iran dengan serangan meski dia lebih menyukai penyelesaian diplomatik. Trump menegaskan tidak akan mengizinkan Iran membuat senjata nuklir.
AS meningkatkan kehadiran militer, menyiagakan kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford ke wilayah tersebut, bersama pesawat dan pasukan tambahan yang ditempatkan di pangkalan-pangkalan udara termasuk Al Udeid di Qatar.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Lebanon Youssef Raggihas memperingatkan, infrastruktur di negaranya bisa menjadi sasaran jika permusuhan meningkat.
Israel terus menyerang Lebanon meski kesepakatan gencatan senjata yang diteken pada November 2024 dengan Hizbullah masih berlaku.
Editor: Anton Suhartono