Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Donald Trump membanggakan militer Amerika Serikat saat menyampaikan pidato 250 tahun kemerdekaan AS, Jumat (3/7/2026). Dia menyebut militer AS tak terkalahkan di dunia, terbukti dalam berbagai medan perang. AS merayakan Hari Kemerdekaan ke-2,5 abad pada Sabtu (4/7/2026).
Berbicara di Mount Rushmore, South Dakota, dalam peringatan America 250, Trump memuji rekam jejak militer AS sejak Perang Dunia.
"Kita telah membuat militer terkuat dan paling berpengaruh. Kita telah memenangkan dua perang dunia," katanya, seraya menyebut Perang Dingin membuat musuh-musuh AS terpuruk dalam sejarah.
Merujuk pada konflik baru-baru melawan beberapa negara, Trump membanggakan AS mengalahkan Venezuela dan Iran. Dia menyebut, bahkan Venezuela dikalahkan hanya dalam sehari, merujuk pada serangan pada 3 Januari lalu disertai penculikan Presiden Nicolas Maduro.
"Dan kita menghancurkan Iran. Mereka sangat ingin berdamai. Kita memberinya waktu libur seminggu untuk pemakaman karena kita baik," ujarnya, merujuk pada jeda negosiasi lanjutan kedua negara yang dimediasi Pakistan dan Qatar.
Trump melanjutkan, peringatan kemerdekaan ke-250 memiliki arti penting bagi AS. Dengan usia tersebut, AS merupakan republik tertua di Bumi.
"Kita adalah bangsa yang paling merdeka di Bumi. Kita memiliki konstitusi yang paling adil dan abadi di Bumi," ujarnya.
Lebih lanjut, Trump membanggakan AS sebagai negara paling dermawan di dunia, termasuk memberi bantuan serta menangani kelaparan di banyak nehgara.
“Tidak ada seorang pun yang pernah memberikan lebih banyak amal, menyudahi lebih banyak kelaparan, menyembuhkan lebih banyak penyakit, atau melakukan lebih banyak hal lain untuk mengangkat kemanusiaan daripada orang Amerika,” tuturnya.
Trump lalu mengulangi pernyataannya soal ancaman ideologi komunis yang sangat membahayakan AS. Menurut trump, ideologi tersebut sedang berkembang luas di dunia dan mengancam semua negara, termasuk AS.
Ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai AS tersebut bisa dibawa oleh para pendatang.
“Komunisme adalah ancaman mematikan bagi kebebasan Amerika,” tuturnya, seraya menyebut komunis sama berbahayanya dengan Perang Dunia I, Perang Dunia II, serangan Jepang ke Pearl Harbor, bahkan serangan 11 September.
"Amerika tidak akan pernah menjadi negara komunis," katanya.
Editor: Anton Suhartono