Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gugus Tempur Kapal Induk AS USS Nimitz Tiba di Karibia, Siap Serang Kuba?
Advertisement . Scroll to see content

Pesawat Air France Rute Paris-Detroit Dilarang Masuk AS, Ada Apa?

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:04:00 WIB
Pesawat Air France Rute Paris-Detroit Dilarang Masuk AS, Ada Apa?
Otoritas AS menolak izin masuk maskapai Prancis, Air France, ke wilayah udaranya karena ada penumpang asal RD Kongo (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Otoritas Amerika Serikat (AS) menolak izin masuk maskapai penerbangan Prancis, Air France, ke wilayah udaranya. Alasannya salah satu penumpang yang dibawa dalam pesawat berasal dari Republik Demokratik Kongo.

Penolakan masuk pesawat tersebut dikaitkan dengan wabah Ebola di Kongo yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai darurat kesehatan global.

Stasiun televisi CBS, mengutip keterangan beberapa sumber pejabat AS, melaporkan pesawat Air France tersebut terbang dari Paris menuju Detroit.

Akibat penolakan tersebut, pesawat terpaksa mendarat di Montreal, Kanada.

Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menyatakan kepada CBS, masakapi Air France keliru mengangkut seorang penumpang. Namun badan tersebut tidak menjelaskan apakah penumpang itu warga Kongo atau hanya singgah di negara itu.

Selain itu tak disebutkan pula apakan dia menunjukkan gejala penyakit mematikan tersebut atau tidak.

Salah satu penumpang mengatakan, mereka tidak diberitahu oleh kru mengenai alasan pendaratan di Kanada. Namun setelah perubahan penerbangan diumumkan, seluruh pramugari baru mengenakan masker. 

Setelah beberapa jam, pesawat yang sama melanjutkan penerbangan dari Montreal ke Detroit.

WHO pada pekan lalu mengumumkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat dan ancaman bagi negara-negara lain. 

Berdasarkan data terbaru otoritas Kongo, sejauh ini 131 orang tewas akibat paparan virus tersebut. Sebelum ini, wabah Ebola di Kongo berlangsung pada Oktober 2025.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut