Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
WASHINGTON, iNews.id - Pesawat kepresidenan Amerika Serikat (AS) Air Force One, hadiah dari Kerajaan Qatar untuk Presiden Donald Trump mulai memasuki tahap akhir sebelum resmi digunakan.
Pesawat Boeing 747-8 yang telah dimodifikasi untuk memenuhi standar keamanan kepresidenan AS itu tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Gabungan Andrews, Maryland, dan akan menjalani uji coba terbang perdana.
Kedatangan pesawat tersebut menandai langkah penting menuju pengoperasian sebagai pesawat kepresidenan baru. Uji terbang dilakukan untuk memastikan seluruh sistem dan kemampuan misi berjalan sesuai standar sebelum dimasukkan ke armada resmi Angkatan Udara AS.
“Pesawat VC-25B Bridge Angkatan Udara resmi tiba di Grup Angkutan Udara Kepresidenan dan akan memulai penerbangan uji coba pertamanya, menandai keberhasilan pengiriman platform eksekutif yang aman dan telah dimodifikasi,” bunyi pernyataan Angkatan Udara AS, seperti dikutip Anadolu, Sabtu (20/6/2026).
Lanud Andrews merupakan markas utama pesawat-pesawat kepresidenan AS, termasuk yang digunakan oleh presiden dan wakil presiden (Air Force Two).
Menteri Angkatan Udara AS Troy Meink menjelaskan, pesawat tersebut telah menjalani berbagai penyesuaian untuk mengubahnya dari pesawat pribadi milik Kerajaan Qatar menjadi pesawat dinas Presiden AS. Menurut dia, aspek keselamatan dan keamanan panglima tertinggi menjadi prioritas utama dalam proses modifikasi.
“Upaya ini membuktikan bahwa Angkatan Udara AS dapat bergerak cepat tanpa mengorbankan kualitas, keamanan, atau keandalan,” kata Meink.
Angkatan Udara AS menyebut penerbangan uji coba ini merupakan tahapan akhir sebelum pesawat resmi beroperasi. Dalam proses tersebut, Gedung Putih akan melakukan validasi terhadap seluruh kemampuan misi pesawat untuk memastikan kesiapan operasionalnya.
Editor: Anton Suhartono