Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perempuan Ditemukan Tewas Terkunci di Kontrakan Cipayung Jaktim, Polisi Tangkap Pelaku
Advertisement . Scroll to see content

Perusahaan Ini Beri Libur Tambahan bagi Karyawan Perempuan Jomblo

Kamis, 07 Februari 2019 - 06:38:00 WIB
Perusahaan Ini Beri Libur Tambahan bagi Karyawan Perempuan Jomblo
2 perusahaan di China memberikan tambahan libur bagi karyawan perempuan jomblo berusia di atas 30 tahun (Ilustrasi. Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Dua perusahaan operator taman hiburan Songchneg Performance, di Hangzhou, China, memanjakan karyawan perempuan yang masih jomblo. Perusahaan memberi tambahan libur kepada mereka di perayaan Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi 2019 untuk mencari pasangan.

Jika libur yang berlaku secara umum di China dimulai dari tanggal 4 sampai 10 Februari 2019, maka perempuan jomblo di dua perusahaan itu mendapat tambahan libur 5 hari, menjadi total 15 hari. Bahkan, waktu libur 15 hari itu masih bisa diperpanjang dengan izin perusahaan. Namun aturan ini hanya berlaku bagi perempuan jomblo berusia di atas 30 tahun.

Belum cukup, perusahaan akan memberikan bonus bagi karyawan perempuan jomblo tersebut bila mereka bisa menikah sebelum tahun 2019 berakhir.

Manager Songcheng Performance, Huang Lei, kepada Zhejiang Online, seperti dilaporkan kembali RT, mengatakan, karyawan perempuan berhak mendapat libur tambahan. Menurut dia, pegawai perempuan di tempatnya memiliki waktu berinteraksi dengan dunia luar lebih sedikit ketimbang karyawan laki-laki. Jumlah karyawan perempuan dan laki-laki di tempatnya hampir seimbang.

"(Kebijakan libur) ini memberikan mereka (karyawan perempuan) lebih banyak waktu untuk berhubungan dengan lawan jenis," ujarnya.

Huang mengatakan, kebijakan ini juga akan diberlakukan pada libur Imlek tahun depan.

Namun Songcheng Performance bukan perusahaan pertama yang memberlakukan kebijakan unik ini. Sekolah menengah di Hangzhou juga menawarkan kepada guru perempuan jomblo dan istri yang belum punya anak untuk mengajukan "cuti cinta" dua hari dalam sebulan.

Perempuan lajang berusia di atas 30 tahun di China umumnya dianggap 'sisa'. Jangankan 30, perempuan berusia di atas 25 tahun saja punya peluang kecil untuk bisa menarik perhatian laki-laki. Di saat sama, semakin banyak perempuan di China yang menunda pernikahan agar bisa fokus pada karier.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut