Perundingan Langsung AS-Hamas Bahas Masa Depan Perdamaian Gaza Tak Membuahkan Hasil
KAIRO, iNews.id - Perundingan antara Hamas dan Amerika Serikat (AS) yang digelar di Kairo pekan ini berakhir tanpa kemajuan nyata. Kedua pihak gagal mewujudkan penerapan fase kedua perjanjian gencatan senjata Gaza.
Ini merupakan pertemuan langsung pertama AS dan Hamas sejak gencatan senjata berlaku pada Oktober 2025. Delegasi Hamas dipimpin Khalil Al Hayya, sementara AS diwakili penasihat senior Gedung Putih Aryeh Lightstone.
Dua orang sumber dari Hamas mengatakan, pembicaraan berakhir tanpa kemajuan nyata karena ketidaksepakatan mengenai poin-poin penting.
Sumber Hamas lainnya menyebut proposal yang diajukan AS selama pembicaraan sebagai tidak adil. Dia mengatakan proposal tersebut mengadopsi tuntutan Israel namun mengabaikan kepentingan Palestina dan tuntutan kemanusiaan di Gaza.
Blak-blakan, Militer Israel Akui Hancurkan Lebanon Selatan seperti Gaza
"Dokumen tersebut mengabaikan komitmen Israel di bawah fase pertama, yang hanya sebagian kecilnya telah diimplementasikan," kata sumber tersebut, kepada Anadolu, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Negosiasi tersebut merupakan upaya untuk merampungkan perjanjian gencatan senjata berdasarkan rencana perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump tahun lalu. Hamas mendesak para mediator untuk memastikan Israel mematuhi komitmen gencatan senjata yang seharusnya diterapkan pada fase pertama.
Kapal Global Sumud Flotilla Kembali Berlayar ke Gaza Tembus Blokade Israel, Bawa 1.000 Aktivis
Gencatan senjata fase pertama, berlaku sejak 10 Oktober 2025, mencakup penghentian serangan dan pertukaran tahanan antara Israel dan faksi-faksi perlawanan Palestina. Namun, Israel terus melanggar perjanjian tersebut hampir setiap hari.
Trump mengumumkan peluncuran gencatan senjata fase kedua pada pertengahan Januari 2026 di bawah kerangka kerja yang diperkuat dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 yang diadopsi pada 17 November 2025.
Editor: Anton Suhartono