Perundingan Damai AS-Iran Belum Jelas, Trump Masih Buka Opsi Serangan Militer
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada awal pekan ini mengungkapkan ketidakpuasannya dengan perundingan damai yang tengah berlangsung dengan Iran. Dia memberi dua pilihan kepada Iran, capai kesepakatan atau mengancam dengan menyelesaikan masalah ini secara militer.
"Iran sangat ingin. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan, (tapi) sejauh ini belum berhasil. Kami tidak puas dengan itu, tetapi kami akan (puas). Atau kami harus menuntaskan tugas," kata Trump.
Dia menegaskan, Iran bukan hanya ingin, tapi harus membuat kesepakatan dengan AS.
"Saya rasa mereka tidak punya pilihan," tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Trump menegaskan, AS tidak akan mencabut sanksi terhadap Iran sekalipun negara itu setuju untuk menyerahkan uranium yang diperkaya.
"Tidak, tidak sama sekali. Bukan pencabutan sanksi, tidak," kata Trump, kepada PBS News.
Sementara itu Gedung Putih menyebut, draf proposal damai yang diajukan Iran untuk mengakhiri perang adalah rekayasa. Draf tersebut dirilis media pemerintah Iran.
"Laporan dari media yang dikendalikan (pemerintah) Iran ini tidak benar dan MoU yang mereka 'rilis' adalah rekayasa belaka," bunyi pernyataan Gedung Putih.
Sementara itu Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menegaskan, diplomasi selalu menjadi pilihan utama pemerintahan Trump. Namun dia menegaskan, Trump masih menyimpan pilihan lain jika kesepakatan tidak dapat tercapai.
“Jika ada kesepakatan yang bisa dibuat, kami ingin itu dicapai. Saya kira ada beberapa kemajuan dan minat, dan kita akan melihat dalam beberapa jam atau beberapa hari ke depan, apakah ada kemajuan yang dicapai,” kata Rubio.
Editor: Anton Suhartono