Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!
Advertisement . Scroll to see content

Pertama di Pemerintahan Trump, Tahanan Guantanamo Akan Dipulangkan

Selasa, 20 Maret 2018 - 11:57:00 WIB
Pertama di Pemerintahan Trump, Tahanan Guantanamo Akan Dipulangkan
Penjara Teluk Guantanamo, Kuba (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id – Pemerintah Amerika Serikat mempercepat rencana transfer seorang tahanan Teluk Guantanamo. Ini merupakan pemulangan tahanan pertama asal Guantanamo selama pemerintahan Donald Trump.

Tahanan yang akan ditransfer adalah Ahmed Mohammed Haza Al Darbi (43), warga Arab Suadi. Pemulangan pria yang dituduh terlibat dalam penyerangan kapal tanker berbendara Prancis di laut Yaman pada 2002 itu sempat terhenti pada Februari lalu.

Proses negosiasi pemulangan sudah berlangsung sejak 2014, namun baru terealisasi tahun ini. Dia ditahan di Guantanamo sejak 15 tahun lalu dan berjanji akan bekerja sama dengan AS.

Menurut keterangan militer AS, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (20/3/2018), saat itu pihaknya masih menunggu jaminan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, untuk memulangkannya. Jaminan kini sudah dikantongi AS.

Pada Senin 19 Maret, Kementerian Pertahanan AS mamastikan pemulangan Al Darbi segera dilakukan dari penjara yang berada di Kuba itu.

“Rencana transfer terus berjalan, tapi saya belum mendapat informasi soal waktu pasti pemulangannya,” kata Komandan Angkatan Laut AS, Sarah Higgins.

Dengan ditransfernya Al Darbi, maka tahanan yang tersisa di penjara dengan tingkat keamanan tinggi itu berkurang menjadi 40 orang.

Guantanamo dibangun pada masa pemerintahan George W Bush untuk menahan para tersangka kasus serangan 11 September 2001 dari berbagai negara. Sejak itu, Guantanamo identik dengan tempat penyiksaan.

Militer AS kemungkinan akan menampung lebih banyak tahanan dari kalangan anggota ISIS dan militan lainnya.

Perkembangan mengenai rencana pemulangan Al Darbi muncul sebelum kunjungan putra mahkota Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman ke Washington. Mohammed akan bertemu dengan Trump pada Selasa ini, membahas berbagai isu keamanan di Timur Tengah.

Profesor hukum City University of New York, Ramzi Kassem, mengatakan, transfer Al Darbi membuka peluang adanya pemulangan lebih banyak lagi tahanan Guantanamo lain.

“Pengalihan Darbi ke tahanan Saudi memiliki pesan harapan bagi tahanan lain bahwa ada kemungkinan untuk bisa meninggalkan Guantanamo,” kata Kassem.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut