SEOUL, iNews.id - Pemerintah Korea Utara memperingati hari genjatan senjata dengan Korea Selatan yang dikenal sebagai Victory Day. Sebanyak 15.000 prajurit militer dikerahkan dalam parade.
Peringatan ke-70 Victory Day itu akan digelar Kamis (27/7/2023). Melansir dari Reuters, Rabu (26/7/2023), Korut menggelar latihan parade dengan melibatkan veteran perang pada 1950-1953.
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Korut mengundang dua sekutu dekatnya yakni China dan Rusia. Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan anggota Partai Komunis Tiongkok Li Hongzhong akan menyaksikan parade militer itu.
Para analis mengatakan pertunjukan tersebut kemungkinan akan mencakup rudal bermuatan nuklir milik Korut yang dilarang PBB.
Militer Rusia Tiba di Korut, Siap Bergabung dengan China Rayakan Victory Day
Kunjungan China dan Rusia ini merupakan kunjungan delegasi asing pertama sejak Covid-19.
Gambar satelit komersial dalam beberapa minggu terakhir telah menunjukkan prajurit berlatih di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang. Kendaraan taktis militer juga terlihat berbaris mengelilingi trek lapangan dengan.
Spesifikasi Kapal Selam Nuklir AS USS Kentucky, Bikin Korut Murka Tembakkan Rudal
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Korsel juga akan menggelar perayaan 70 tahun aliansi militer. Dua kapal selam tenaga nuklir AS sudah berada di Korsel.
AS menuduh Korut memberikan bantuan militer kepada Rusia untuk perang di Ukraina. Namun, tuduhan yang ditolak oleh Pyongyang dan Moskow.
Tengah Malam, Korut Kembali Tembakkan 2 Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang
Editor: Muhammad Fida Ul Haq