MANILA, iNews.id - Ledakan besar gunung berapi Taal Filipina yang bergolak tidak akan muncul dalam waktu dekat, menurut pihak berwenang, Minggu (26/1/2020). Pemerintah pun secara parsial mencabut perintah evakuasi massal, tetapi memperingatkan penduduk untuk tetap siap melarikan diri.
Tanda-tanda peringatan seperti gempa bumi terus berkurang sejak Taal meledak dua pekan lalu, memicu setidaknya 135.000 orang mengungsi ke pusat-pusat evakuasi lantaran kekhawatiran terjadinya letusan besar-besaran.
Eks Polisi Ini Dibebaskan usai 30 Tahun Dipenjara atas Suap Rp3.700, tapi Esok Harinya Meninggal
Badan seismologi menyatakan, "Terus menyusutnya emisi abu dan gas adalah tanda-tanda kecenderungan letusan bahan peledak berbahaya menurun."
Hal ini membuat pemerintah menghentikan peringatan.
Dampak langsung dari berkurangnya peringatan tersebut adalah pemerintah provinsi mencabut perintah evakuasi untuk hampir semua kota yang mengelilingi gunung berapi, objek wisata yang berada di tengah danau.
"Penduduk semua kota di bawah kecuali Agoncillo dan Laurel sekarang memiliki opsi untuk kembali," kata gubernur lokal, Hermilando Mandanas, seperti dilaporkan AFP.