Penyanyi Reggae Legendaris Jimmy Cliff Meninggal Dunia
JAKARTA, iNews.id - Kabar duka datang dari dunia musik. Penyanyi reggae legendaris Jimmy Clife meninggal dunia di usia 81 tahun.
“Dengan kesedihan yang mendalam, saya sampaikan bahwa suami saya, Jimmy Cliff, telah meninggal dunia karena kejang yang diikuti pneumonia. Saya berterima kasih kepada keluarga, teman-teman, sesama artis, dan rekan kerja yang telah berbagi perjalanan hidupnya," tulis istrinya Jimmy Cliff, Latifa Chambers di Instagram.
"Kepada semua penggemarnya di seluruh dunia, ketahuilah bahwa dukungan kalian adalah kekuatannya sepanjang kariernya … Jimmy, sayangku, semoga kau beristirahat dengan tenang. Aku akan menuruti keinginanmu,” pesannya yang juga ditandatangani anak-anak mereka, Lilty dan Aken.
Dengan lagu-lagu hits seperti You Can Get It If You Really Want, I Can See Clearly Now, dan Wonderful World, Beautiful People, temperamen musikal Cliff yang ceria memberinya basis penggemar yang besar.
Boyong Deretan Mobil Hybrid, Suzuki Targetkan 1.600 Unit di GJAW 2025
Selain menyanyi, dia juga seorang aktor. Peran utamanya dalam drama kriminal tahun 1972, The Harder They Come, juga diakui. Film tersebut dianggap sebagai landasan perfilman Jamaika.
Dia adalah salah satu dari segelintir musisi, bersama Bob Marley dan lainnya, yang dianugerahi Jamaican Order of Merit.
GJAW 2025 Jadi Penentu Nasib Penjualan Mobil di Indonesia Tahun Ini
Perdana Menteri Jamaika, Andrew Holness, termasuk di antara mereka yang memberikan penghormatan kepada Cliff. Dia menyebutnya "seorang raksasa budaya sejati yang musiknya telah membawa hati bangsa kita ke dunia … Jimmy Cliff menceritakan kisah kita dengan jujur dan sepenuh hati. Musiknya telah mengangkat orang-orang melewati masa-masa sulit, menginspirasi berbagai generasi, dan membantu membentuk rasa hormat global yang dinikmati budaya Jamaika saat ini."
Cliff lahir di Saint James, Jamaika pada 1944, dan karier musiknya dimulai pada awal 1960-an. Da pindah ke ibu kota pulau tersebut, Kingston, dan mulai berkolaborasi dengan produser Leslie Kong.
Keluarga Kong memiliki sebuah toko kaset bernama Beverley's dan Cliff menulis sebuah lagu dengan nama toko tersebut untuk membantu membujuk Kong – yang kemudian menjadi produser kunci dalam musik reggae – untuk bekerja sama dengannya.
Dia memiliki sejumlah lagu hits lokal dan terpilih sebagai perwakilan Jamaika dalam pameran World's Fair di New York pada 1964. Kariernya benar-benar melejit di dekade yang sama setelah menandatangani kontrak dengan Island Records.
Pesan harapan dan persatuannya membawa serta teguran terhadap keadaan dunia saat ini ("curang, fitnah, skandal, dan kebencian") dan perpaduan musik yang indah dan lirik yang sadar sosial itu menjadi bagian inti dari karya Cliff. Setelah menulis Vietnam, sebuah lagu yang memohon diakhirinya perang tersebut, Cliff kemudian mengenang: "Para kritikus di London berkata, 'Wow! Bagaimana dia bisa menyanyikan lagu yang begitu serius dan berirama riang seperti ini?' Dan saya pun berkata: Wow! Saya bahkan tidak menyadari bahwa saya sedang melakukannya. Saya hanya menulis lagu mengikuti irama."
Album soundtrack-nya, dengan penampilan Cliff di lagu You Can Get It If You Really Want bersama dengan penampilan lain dari Desmond Dekker, Toots & the Maytals, membantu membawa reggae ke khalayak yang lebih luas, terutama di AS tempat film tersebut akhirnya dirilis pada 1975.
Cliff berkolaborasi dengan banyak artis lain selama bertahun-tahun, mulai dari Rolling Stones hingga Sting. Baru-baru ini, dia bekerja sama dengan vokalis band punk Rancid, Tim Armstrong, dalam sebuah EP dan album. Armstrong memenangkan Grammy untuk album reggae terbaik – salah satu dari dua kemenangan dari tujuh nominasi selama bertahun-tahun.
Selamat jalan Jimmy Cliff.
Editor: Dani M Dahwilani