Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duh, 3 Remaja Saudara Kandung Bunuh Diri gegara Dilarang Main Game dan Nonton Drama Korea
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id – Biro Statistik Nasional China (NSB) mencatat populasi negara itu pada 2022 sebanyak 1,41 miliar jiwa. Jumlah itu mengalami penurunan sebesar 850.000 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun tingkat kelahiran di China sebesar 6,77 per seribu orang. Sementara tingkat kematiannya 7,37 per seribu orang.

Dengan data itu, tingkat kelahiran di China kini menjadi minus 0,6 per seribu orang, menurut laporan NSB di Beijing, Selasa (28/2/2023). Pada Januari lalu, NSB juga mengumumkan pertumbuhan penduduk negatif China.

Pejabat senior NSB Wang Pingping mengatakan, jumlah penduduk China di angka 1,4 miliar jiwa masih memiliki pasar yang luas. “China juga masih memiliki sumber daya tenaga kerja yang sangat besar karena jumlah penduduk usia kerja mencapai 900 juta jiwa,” katanya.

Populasi di China pada tahun lalu mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak 1961. Ini menjadi sebuah perubahan bersejarah yang diperkirakan akan menandai dimulainya periode panjang penurunan jumlah warga negeri tirai bambu. 

World Population Review (WPR) memperkirakan, India mungkin telah menggeser China sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Populasi penduduk India mencapai 1,417 miliar pada akhir tahun lalu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut