Penampakan Dahsyatnya Serangan Rudal Iran ke Arad Israel, Kota Porak-poranda
TEL AVIV, iNews.id - Kota Arad di pesisir Laut Mati, Israel, porak-poranda akibat serangan rudal Iran pada akhir pekan. Rudal Iran benar-benar perkasa melewati sistem pertahanan udara Israel hingga memorak-porandakan area luas di kota tersebut.
Saksi mata, Ido Franky (17), menceritakan kedahsyatan serangan Iran, Sabtu (21/3/2026). Suara ledakan yang dihasilkan sangat keras, belum pernah dia dengar sebelumnya.
Serangan itu berlangsung beberapa jam setelah rudal Iran juga berhasil menembus pertahanan Israel di Dimona, kota yang menjadi rumah bagi fasilitas riset nuklir Zionis.
Serangan di Arad melukai sedikitnya 84 orang serta menghancurkan 20 gedung apartemen.
Sosok Joe Kent, Pejabat Senior Intelijen AS yang Mundur gegara Menentang Perang Iran
Franky mengatakan dia dan keluarganya sudah berlindung saat sirene peringatan serangan udara berbunyi.
“Ada suara ‘boom, boom!’, ibu saya berteriak. Ini mengerikan... kota ini belum pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya,” kata Franky, kepada AFP, dikutip Senin (23/3/2026).
Dampak kehancuran serangan Iran baru terlihat jelas saat langit terang pada Minggu (22/3/2026). Gedung-gedung apartemen berlantai rendah hancur dengan puing-puing dan jendela berserakan di jalan. Beberapa apartemen mengalami kebakaran di bagian atap.
Sebuah kawah berdiameter sekitar 5 meter muncul di tengah bangunan yang hancur akibat hantaman rudal.
Juru bicara kepolisian setempat Dean Elsdunne mengatakan pihaknya menggelar operasi selama beberapa jam untuk memastikan tak ada korban yang tertinggal sebelum lokasi dibersihkan.
Serangan rudal sebelumnya menghantam Kota Dimona, sekitar 25 km dari Arad dan menghancurkan area luas. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak sistem pertahanan udara gagal mencegat rudal Iran.
Dimona memiliki fasilitas riset senjata nuklir Israel, meski negara Yahudi itu belum pernah mengonfirmasi kepemilikannya secara resmi. Rudal tersebut jatuh sekitar 5 km dari fasilitas tersebut, melukai sekitar 30 orang.
Video menunjukkan kerusakan parah pada sebuah gedung apartemen, di sampingnya tercipta kawah. Dua bangunan runtuh dengan puing-puing termasuk blok beton berserakan di area tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, serangan di Arad merupakan malam yang sangat sulit.
“Kami bertekad untuk terus menyerang musuh di semua lini,” kata Netanyahu, kepada Wali Kota Arad.
Editor: Reza Fajri