Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masjid Dibom saat Salat Jumat, 31 Orang Tewas Ratusan Lainnya Luka
Advertisement . Scroll to see content

Pemicu Perang Pakistan-Afghanistan yang Menewaskan Puluhan Orang

Kamis, 16 Oktober 2025 - 12:56:00 WIB
Pemicu Perang Pakistan-Afghanistan yang Menewaskan Puluhan Orang
Konflik berdarah menewaskan puluhan orang di perbatasan Pakistan-Afghanistan dalam sepekan terakhir ternyata berakar dari saling tuduh (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

ISLAMABAD, iNews.id - Konflik berdarah yang menewaskan puluhan orang di perbatasan Pakistan-Afghanistan dalam sepekan terakhir ternyata berakar dari saling tuduh antara kedua negara soal keberadaan kelompok militan lintas batas. Perselisihan ini kemudian berkembang menjadi pertempuran udara dan darat paling mematikan sejak Taliban berkuasa di Afghanistan pada 2021.

Pertempuran terbaru pecah di sepanjang perbatasan pada Rabu (15/10/2025), hanya beberapa jam sebelum kedua negara akhirnya menyepakati gencatan senjata sementara selama 48 jam. Namun di balik kesepakatan itu, rentetan serangan dan tuduhan saling balas menunjukkan betapa rapuhnya hubungan Islamabad dan Kabul.

Akar Konflik: Tuduhan Pakistan terhadap Taliban

Sumber utama ketegangan bermula dari desakan Pakistan agar pemerintah Taliban menindak kelompok militan yang diduga beroperasi dari wilayah Afghanistan. Kelompok itu, yang sering disebut sebagai Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), dituding melancarkan serangan ke wilayah Pakistan dari tempat persembunyian di Afghanistan.

Islamabad menilai Kabul gagal memenuhi komitmennya untuk mengendalikan kelompok bersenjata tersebut, sehingga memilih melancarkan serangan udara ke wilayah perbatasan seperti Spin Boldak dan Kandahar. Serangan ini menewaskan puluhan orang, termasuk warga sipil, dan memicu kecaman keras dari pemerintah Afghanistan.

Balasan Taliban: Tuduh Pakistan Lindungi Militan ISIS

Taliban menolak keras tuduhan tersebut. Pemerintah di Kabul balik menuduh militer Pakistan justru menyebarkan informasi palsu dan melindungi militan pro-ISIS untuk merusak stabilitas Afghanistan. Taliban menilai serangan udara Pakistan sebagai pelanggaran kedaulatan negara dan tindakan provokatif yang berpotensi memicu perang terbuka.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menegaskan bahwa gencatan senjata yang disepakati kemudian bukan hasil inisiatif Pakistan, melainkan desakan internasional agar kedua pihak menahan diri.

Serangan hingga ke Kabul

Yang membuat situasi makin genting, serangan udara Pakistan tidak hanya menargetkan wilayah selatan Afghanistan, tetapi juga mencapai Ibu Kota Kabul. Ledakan besar dilaporkan terjadi beberapa kilometer dari Pusat Bedah Unit Gawat Darurat Kabul, yang menerima sedikitnya 40 korban luka dan lima orang tewas.

Direktur rumah sakit, Dejan Panic, mengatakan sebagian besar korban menderita luka bakar dan cedera akibat pecahan peluru. Pemerintah Afghanistan menyebut belasan warga sipil tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka dalam serangan di Spin Boldak dan Kabul.

Pakistan membantah serangan tersebut, menegaskan bahwa pasukannya hanya membalas tembakan pasukan Taliban di wilayah perbatasan Chaman yang melukai empat warga sipil Pakistan.

Selain konflik udara, bentrokan darat juga terjadi di wilayah Orakzai, Pakistan barat laut. Pasukan Pakistan bertempur dengan kelompok militan dan menewaskan enam tentara paramiliter serta sembilan militan. Kedua negara kemudian menutup sejumlah jalur perbatasan, membuat perdagangan lintas batas lumpuh dan truk-truk pengangkut barang terbengkalai.

Dampak dan Ketidakpastian Pasca-Gencatan Senjata

Gencatan senjata sementara selama 48 jam yang dimulai Rabu pukul 13.00 GMT diharapkan dapat meredakan krisis, tetapi kepercayaan antara kedua pihak sangat rendah. Pakistan dan Afghanistan sama-sama menuduh pihak lain melanggar kedaulatan dan menampung kelompok teroris.

Pengamat menilai, selama masalah kelompok militan lintas batas tidak diselesaikan secara tuntas, perang bayangan di perbatasan kedua negara akan terus berulang. Konflik ini tidak hanya mengancam stabilitas Pakistan dan Afghanistan, tetapi juga kawasan Asia Selatan secara keseluruhan.

Dengan korban puluhan jiwa dan puluhan ribu warga sipil terjebak di wilayah perbatasan, perang Pakistan-Afghanistan kini menjadi pengingat betapa rapuhnya perdamaian pasca-penarikan pasukan Barat dari Afghanistan empat tahun lalu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut