WASHINGTON, iNews.id - Senat Amerika Serikat (AS) akhirnya menyetujui rancangan anggaran federal pada Kamis (2/12/2021) waktu setempat, sehingga mencegah penutupan pemerintahan atau shut down. Anggaran tersebut berlaku sampai pertengahan Februari 2022. Rancangan itu akan diserahkan ke Presiden Joe Biden untuk ditandatangani.
Beberapa politisi Partai Republik sempat menunda pengesahan rancangan sebagai protes atas diwajibkannya vaksinasi Covid-19 terhadap para pekerja oleh pemerintahan Biden dari Demokrat. Mereka mengusulkan amandemen atas aturan tersebut.
AS Paksa Rusia dan Ukraina Akhiri Perang pada Juni
Berdasarkan hasil pemungutan suara, 69 senator mendukung melawan 28 yang menolak pendanaan pemerintah sampai 18 Februari 2022. Pengesahan ini memberikan waktu lebih lama bagi Biden untuk menandatanganinya sebelum dana yang ada habis pada Jumat tengah malam.
Sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS lebih dulu menyetujuinya meskipun dengan selisih suara tipis. Sebanyak 221 suara mendukung, melawan 212 yang menolak. Hanya satu politikus Republik yang mendukung rancangan tersebut.
Terungkap, Ini Operasi yang Dijalani Biden hingga Serahkan Jabatan Presiden ke Kamala Harris
"Saya senang pada akhirnya, kepala dingin yang menang. Pemerintah akan tetap buka dan saya berterima kasih kepada anggota dewan karena telah membawa kita kembali dari jurang shut down yang dapat dihindari, tidak perlu, dan mahal," kata Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, dikutip dari Reuters.
Amerika Serikat Segera Bentuk Tim Khusus Selidiki UFO
Pemungutan suara itu mengakhiri ketegangan selama beberapa pekan mengenai apakah pemerintah AS akan mengalami penutupan kembali. Ketegangan sempat mewarnai, apalagi di tengah ancaman lonjakan kasus Covid-19 di mana kasus varian Omicron yang lebih menular sudah ditemukan di AS.
Jika pemerintahan AS tutup, para pegawai pemerintah pusat, termasuk paramedis dan peneliti, akan berhenti bekerja karena tak ada dana untuk membayar mereka.
28 Juta Anak di Amerika Serikat Disuntik Vaksin Pfizer
Editor: Anton Suhartono