Pembunuh Guru di Prancis Sempat Kontak dengan Jihadis Suriah sebelum Eksekusi Korban
PARIS, iNews.id - Pelaku pembunuhan sadis guru sejarah di Paris pernah menjalin kontak dengan milisi jihadis di Suriah. Sayangnya, identitas milisi itu belum terungkap hingga sekarang.
Polisi Paris telah merilis identitas pelaku pembunuhan Samuel Paty, seorang guru sejarah, pada pekan lalu. Pelaku bernama Abdullakh Anzorov berusia 18 tahun, dia terpaksa ditembak mati oleh polisi usai menggorok leher Paty di luar sekolah di pinggiran kota Paris, Jumat pekan lalu.
Paty tewas mengenaskan setelah dirinya memberikan pelajaran kebebasan berekspresi dengan cara membahas karikatur Nabi Muhammad. Dalam Islam menggambarkan Nabi Muhammad dalam bentuk apapun merupakan sebuah penistaan.
Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan kasus tersebut, hasilnya 9 orang ditahan dan telah didakwa terlibat dalam pembunuhan itu, termasuk dua pemuda yang mencari tahu identitas guru.
Masjid di Prancis Diancam Bakal Dibakar, Mendagri: Ini Tak Dapat Diterima
Jalin kontak dengan milisi jihadis Suriah
AFP melaporkan, Kamis (22/10/2020), investigasi otoritas keamanan Prancis menemukan bukti baru mengenai Anzorov. Sebelum melakukan aksinya, pemuda asal Checnya itu sempat berkomunikasi dengan seseorang di Idlib, Suriah.
Hasil ini terungkap setelah melacak alamat IP komunikasi terakhir Anzorov dengan seseorang yang berlokasi di Suriah.
Polisi masih belum bisa mengetahui lebih lanjut siapa yang dihubungi Anzorov. Namun, dugaan kuat mengarah pada milisi jihadis Suriah yang anti-kebebasan di Prancis.
Editor: Arif Budiwinarto