Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!
Advertisement . Scroll to see content

Pembelot Korut Nekat Berenang 6 Jam di Laut Menuju Korsel

Kamis, 25 Februari 2021 - 09:09:00 WIB
Pembelot Korut Nekat Berenang 6 Jam di Laut Menuju Korsel
Warga Korut membelot ke Korsel dengan berenang 6 jam di laut (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Seorang warga Korea Utara (Korut) membelot ke Korea Selatan (Korsel) dengan melintasi perbatasan air Zona Demiliterisasi, berenang selama 6 jam di laut, Selasa (23/2/2021). Dia melengkapi diri dengan pakaian selam dan fin untuk memudahkan upaya menuju daratan Korsel.

Hebatnya, pria itu tak terdeteksi oleh pasukan perbatasan Korsel, sekalipun beberapa kali masuk CCTV.  Pasukan perbatasan baru mengetahui ada pembelot, 3 jam setelah pria itu tiba di pantai.

"Dia mungkin berenang selama sekitar 6 jam, mengenakan jaket empuk di dalam pakaian selam dan fin. Pakaian itu tampaknya membuatnya tetap hangat dan memungkinkan dia bisa bertahan," kata seorang pejabat Kepala Staf Gabungan (JCS), seperti dikutip dari AFP.

Pejabat itu menambahkan, arus pasang menguntungkan pembelot itu. Dia melepas sebagian pakaiannya sebelum berjalan melalui drainase di bawah pagar berduri yang membentang di sepanjang pantai.

Selama lebih dari 3 jam, kamera CCTV menangkapnya delapan kali serta alarm berbunyi dua kali, namun penjaga perbatasan tetap tidak menyadarinya. 

Pasukan baru menemukan pria itu saat tertidur. Saat itu petugas menemukan masker digantung di pohon. 

Dalam pemeriksaan, pembelot yang diduga warga sipil Korut itu menyatakan keinginan untuk membelot.

Sementara itu militer Korsel mengakui pasukan perbatasan telah kecolongan, gagal menjalankan tugas sesuai prosedur seharusnya. Mereka berjanji memperkuat keamanan perbatasan. 

Dalam sidang di parlemen, Menteri Pertahanan Suh Wook mengakui sistem pengawasan di perbatasan tidak berfungsi dan ketinggalan zaman.

Hanya segelintir pembelot Korut yang menyeberangi perbatasan melalui Zona Demiliterisasi (DMZ) darat maupun laut. Insiden terakhir pembelotan lewat laut terjadi pada November 2020. Sementara pembelotan terakhir melalui perbatasan darat DMZ terjadi beberapa hari lalu.

Umumnya pembelot Korut pergi ke China terlebih dulu lalu tinggal selama beberapa tahun sebelum menuju Korsel atau negara lain.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut