BEIRUT, iNews.id – Lebanon bakal menjalani malam-malam yang gelap gulita di seluruh negeri setelah dua pembangkit listrik terbesar di negara itu ditutup akibat kekurangan bahan bakar. Kabar buruk itu diungkapkan oleh seorang pejabat pemerintah setempat, Sabtu (9/10/2021).
“Jaringan listrik Lebanon benar-benar berhenti bekerja pada siang hari ini, dan sepertinya tidak akan berfungsi sampai Senin depan, atau selama beberapa hari,” kata pejabat itu kepada Reuters.
Awalnya Dibatalkan, Trump Kini Kerahkan 5.000 Tentara AS ke Polandia
Pembangkit termoelektrik hari ini telah berhenti beroperasi di Pembangkit Listrik Zahrani, menyusul padamnya Pembangkit Listrik Deir Ammar pada Jumat (8/10/2021) kemarin karena kekurangan bahan bakar.
Pejabat itu mengatakan, Perusahaan Listrik Negara Lebanon tengah mengupayakan untuk menggunakan cadangan bahan bakar minyak militer untuk mengoperasikan sementara sejumlah pembangkit listrik di negeri Arab itu. Akan tetapi, rencana tersebut sepertinya tidak akan terwujud dalam waktu dekat.
Krisis BBM, Lebanon Terancam Pemadaman Listrik Total di Seluruh Negeri
Biasanya, banyak warga Lebanon yang mengandalkan generator diesel milik pribadi untuk memenuhi kebutuhan listrik mereka. Namun, itu pun pasokan listriknya sangat terbatas, apalagi di tengah krisis energi saat ini.
Lebanon telah dilumpuhkan oleh krisis ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Krisis itu semakin dalam dan parah setelah pasokan bahan bakar impor menyusut di negara itu. Nilai mata uang Lebanon pun telah merosot 90 persen sejak 2019.
Lebanon Krisis Bahan Bakar, Hizbullah Datangkan BBM dari Iran melalui Suriah
Editor: Ahmad Islamy Jamil