Pejabat Board of Peace: Andalkan Pasukan Internasional Jaga Gaza Langkah Keliru
MUNICH, iNews.id - Mengandalkan sepenuhnya pasukan internasional untuk menjaga keamanan Jalur Gaza dinilai sebagai langkah keliru. Hal itu ditegaskan Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace), Nickolay Mladenov, dalam forum internasional di Jerman.
Berbicara dalam Konferensi Keamanan Munich, Mladenov mengingatkan, peran Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) memang penting dalam masa transisi pasca-gencatan senjata. Namun, menjadikan pasukan asing sebagai tumpuan utama keamanan Gaza bukanlah pendekatan yang tepat.
“ISF sangat penting, tetapi jauh lebih penting daripada ISF adalah Pasukan Keamanan Palestina baru yang harus dikerahkan di Gaza,” ujar Mladenov, Minggu (15/2/2026).
Bukan Solusi Jangka Panjang
Dewan Perdamaian Gaza Ingatkan Peran Pasukan Stabilisasi Internasional Penting, tapi...
ISF yang berada di bawah kendali Board of Peace, lembaga bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, akan mengemban misi menjaga stabilitas keamanan di Gaza dalam periode transisi. Meski demikian, mandat pasukan tersebut bersifat sementara.
Menurut Mladenov, mengandalkan pasukan multinasional hanya akan menciptakan ketergantungan jangka panjang dan berpotensi melemahkan legitimasi otoritas lokal yang akan dibentuk.
Dunia Geger! Indonesia Negara Pertama Akan Kirim Pasukan ke Gaza
“Jika kita mengandalkan pasukan internasional, dari mana pun mereka berasal, untuk menjaga keamanan Gaza, kita melakukan pendekatan yang sangat salah,” ujarnya.
Dia menekankan tujuan utama misi ini adalah membangun kapasitas keamanan Palestina yang profesional dan mampu berdiri sendiri, dengan dukungan ISF hanya sebagai penguat di tahap awal.
Mandat PBB dan Rencana Perdamaian
Meski dikendalikan Board of Peace, ISF beroperasi berdasarkan mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada 17 November 2025, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2803 untuk mengimplementasikan 20 poin rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Trump dan telah disepakati Israel serta Hamas sebulan sebelumnya.
Utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, pada Januari lalu mengumumkan peluncuran fase kedua gencatan senjata. Dalam tahap ini, lebih banyak pasukan Israel akan ditarik dari Gaza.
Secara paralel, ISF mulai dikerahkan untuk menjaga stabilitas keamanan, sembari dibentuk struktur pemerintahan baru yang terdiri atas para teknokrat Palestina.
Editor: Anton Suhartono