Panglima Perang Israel Gagal Yakinkan AS untuk Serang Iran
WASHINGTON, iNews.id - Upaya Israel mendorong Amerika Serikat (AS) agar melancarkan serangan militer terhadap Iran dilaporkan belum membuahkan hasil. Presiden AS Donald Trump disebut masih menahan diri dan belum melihat urgensi melakukan operasi militer, meski tekanan dari Tel Aviv terus menguat.
Portal berita AS Axios, mengutip sejumlah pejabat AS, melaporkan Trump menilai serangan terhadap Iran belum diperlukan dalam situasi saat ini. Sikap tersebut bertolak belakang dengan pandangan para pejabat militer Israel yang justru menganggap ancaman Iran harus direspons dengan aksi militer.
Perbedaan sikap itu mencuat setelah Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Eyal Zamir berkunjung ke Washington DC untuk memberi pengarahan kepada Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine terkait perkembangan keamanan di Timur Tengah.
Namun, seorang pejabat AS yang mengetahui pertemuan tersebut menegaskan Israel gagal mengubah sikap Washington.
Terungkap! Trump Belum Mau Serang Iran, Israel yang Ngotot
“Tidak ada hasil dari pertemuan itu yang mengubah pemikiran Presiden atau Ketua Kepala Staf Gabungan soal menyerang Iran. Sebenarnya Israel-lah yang menginginkan serangan. Presiden belum siap,” ujarnya kepada Axios, dikutip Rabu (4/2/2026).
Setelah Iran, Giliran Israel dan AS Gelar Latihan Perang di Laut Merah
Pejabat senior AS lainnya bahkan menegaskan Trump benar-benar tidak ingin menyerang Iran dalam waktu dekat.
Menurut sumber tersebut, Gedung Putih masih menilai risiko operasi militer jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya.
Penilaian ini diperkuat oleh pandangan para penasihat Trump. Tiga penasihat Presiden disebut menilai serangan terhadap Iran saat ini merupakan kesalahan besar. Banyak pihak di lingkaran dekat Trump bersikap skeptis, sementara pejabat lainnya memperingatkan bahwa langkah militer justru berpotensi merusak kebijakan AS di kawasan maupun di tingkat global.
Editor: Anton Suhartono