Netanyahu Akui Trump Sulit Dipengaruhi soal Perang Iran
TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu mengakui Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bukan sosok yang mudah dipengaruhi. Kabar ini diungkap stasiun televisi Israel Channel 13, saat negosiasi antara AS dan Iran tampaknya semakin mendekati kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Dalam diskusi tertutup bersama beberapa pejabat Israel, sebagaimana disampaikan seorang sumber pejabat Israel, Netanyahu kesulitan dalam memengaruhi Trump terkait perang melawan Iran. Dia mengungkapkan keprihatinan mengenai potensi tercapainya kesepakatan damai AS-Iran.
Menurut laporan tersebut, Netanyahu mengatakan Israel saat ini tidak memiliki ruang untuk bermanuver guna memengaruhi keputusan Trump.
Kabinet Keamanan Israel menggelar pertemuan pada Minggu (24/5/2026) malam di tengah meningkatnya laporan bahwa kesepakatan mungkin akan segera ducapai. Sementara itu badan-badan keamanan Israel tetap siaga tinggi karena kekhawatiran bahwa kesepakatan tersebut dapat memberikan perlindungan politik kepada Iran, mengurangi tekanan ekonomi, serta membiarkan infrastruktur nuklir dan proksinya tetap utuh.
Channel 13 mengungkap, upaya diplomatik Israel di AS dipimpin mantan Menteri Urusan Strategis Ron Dermer. Namun di saat yang sama AS melanjutkan negosiasi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Beberapa sumber pejabat Israel mengatakan, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei merupakan satu-satunya tokoh yang bisa menggagalkan kesepakatan tersebut.
Beberapa orang dekat Trump, seperti utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Gedung Putih Jared Kushner, mendesak Sang Presiden untuk segera mencapai kesepakatan dengan Iran.
Sebelumnya, stasiun televisi Israel, KAN, mengutip sumber pejabat yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan Netanyahu berbicara melalui telepon dengan Trump dan mengungkapkan keprihatinan karena AS menunda untuk menyerang Iran.
Dia juga kecewa karena Trump mengaitkan kesepakatan damai tersebut dengan gencatan senjata di Lebanon. Israel justru berusaha memisahkan konflik mereka dengan Iran dan Lebanon.
Trump sebelumnya mengatakan, sebagian besar poin proposal damai dengan Iran untuk mengakhiri perang telah disepakati dan menunggu finalisasi. Namun dalam perkembangannya pada Minggu, Trump menengaskan tak ingin terburu-buru meneken kesepakatan damai dengan Iran, seraya tetap melanjutkan blokade maritim terhadap pelabuhan Iran.
Editor: Anton Suhartono