Negosiasi Alot, Trump Mungkin Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Setikat (AS) Donald Trump mungkin akan memperpanjang kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. Kedua negara menyepakati gencatan senjata selama 2 minggu yang akan berakhir pada Selasa (21/4/2026) waktu Washington atau Rabu waktu Iran.
Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan, keputusan memperpanjang gencatan senjata menjadi salah satu.opsi yang dipertimbangkan Trump guna membuka peluang digelarnya perundingan damai putaran kedua.
"Tentu saja, semuanya masih terbuka," kata Waltz, seraya menegaskan keputusan terakhir tetap berada di tangan Trump, dikutip dari NBC News, Selasa (21/4/2026).
Sementara itu Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan, Wakil Presiden JD Vance akan kembali memimpin delegasi AS dalam perundingan putaran kedua dengan Iran. Perundingan akan digelar di Islamabad, Pakistan, kemungkinan pada Senin.
Trump Kirim Wapres AS JD Vance ke Pakistan untuk Berunding, Iran Ngotot Tak Akan Datang
"Wakil presiden telah memimpin negosiasi sejak awal," kata Wright, merujuk pada perundingan putaran pertama pada 11-12 April lalu.
Trump dalam perbincangannya dengan jurnalis ABC News, Jonathan Karl, yakin kesepakatan dengan Iran akan dicapai dengan satu atau cara lain.
Ini 2 Ganjalan yang Bikin AS dan Iran Belum Bisa Berdamai
Menurut Karl, Trump mengatakan kepadanya, Iran telah melakukan pelanggaran gencatan senjata serius, merujuk pada serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz pada Sabtu lalu. Namun dia berpikir masih bisa mencapai kesepakatan damai.
"Itu (kesepakatan) akan terjadi, dengan satu atau lain cara. Cara yang baik atau cara yang sulit, itu akan terjadi. Anda bisa kutip pernyataan saya,'" kata Karl, menirukan pernyataan Trump, sebagaimana posting-an di X.
Sementara itu Iran belum membuat keputusan apakah akan mengirim delegasi untuk melanjutkan perundingan dengan AS.
Kantor berita Tasnim, mengutip keterangan sumber pejabat pemerintah, melaporkan Iran menegaskan perundingan tidak akan berlangsung selama AS masih memberlakukan blokade maritim terhadap kapal-kapal yang berlabuh di Iran.
Namun komunikasi kedua negara masih berlangsung melalui perantara Pakistan.
Editor: Anton Suhartono