Nah, Iran Bantah Setujui Draf Perjanjian Damai dengan AS
TEHERAN, iNews.id - Draf nota kesepahaman (MoU) kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sebagaimana beredar di media massa pada Kamis (28/5/2026) belum final. Penegasan itu disampaikan seorang sumber pejabat Iran setelah ramai pemberitaan bahwa juru runding kedua negara menyetujui draf tersebut, tinggal menunggu pengesahan para pemimpin.
Pejabat Iran itu mengatakan kepada kantor berita Tasnim, poin-poin MoU belum final, bertentangan dengan pemberitaan media massa Barat.
"(Pemberitaan itu) Tidak mencerminkan kenyataan, naskah (MoU) tersebut belum diselesaikan," katanya, dikutip Jumat (29/5/2026).
Dia menambahkan, negosiator Iran belum memberi tahu mediator Pakistan bahwa pihaknya telah menyetujui draf tersebut. Ini bertentangan dengan pemberitaan media Barat yang mengutip sumber pejabat AS.
Jika poin-poin perjanjian tersebut disetujui, pemerintah Iran akan memberi tahu mediator Pakistan dan mengumumkannya ke publik.
"Sampai saat itu, narasi apa pun dari sumber-sumber Barat yang mengklaim masalah ini telah diselesaikan tidak kredibel," ujarnya, menegaskan.
Sebelumnya portal berita Axios, mengutip pejabat AS, melaporkan negosiator AS dan Iran telah mencapai kesepakatan sementara mengenai perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Kedua delegasi juga menyetujui kerangka kerja untuk pembicaraan nuklir Iran mendatang.
Laporan itu juga mengungkap, Presiden Donald Trump belum memberikan persetujuan akhir atas MoU. Dia meminta waktu beberapa harai untuk mempertimbangkannya.
Editor: Anton Suhartono