Nah, Iran Bantah Akan Kirim Uranium ke AS: Salah Besar
TEHERAN, iNews.id - Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal program nuklir negaranya. Teheran tak akan pernah menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya kepada AS.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, pernyataan Trump soal uranium tersebut salah besar, termasuk beberapa poin lainnya.
“Presiden Amerika Serikat membuat tujuh klaim dalam satu jam, ketujuh klaim tersebut salah,” tulis Ghalibaf, di akun media sosial X, dikutip Sabtu (18/4/2026).
“Mereka tidak memenangkan perang dengan kebohongan ini, dan mereka tentu tidak akan mendapat apa pun dalam negosiasi,” katanya, menambahkan.
Trump Sebut Iran Setuju Hentikan Pengayaan Uranium demi Akhiri Konflik
Ghalibaf lalu merujuk pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, mendesak wrga Iran untuk tidak percaya dengan pernyataan-pernyataan dari luar, sebaliknya hanya memercayai keterangan resmi pemerintah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei sebelumnya mengatakan, pemerintah tidak akan mengirim uranium yang diperkaya ke luar negeri.
Trump: AS-Iran Mungkin Capai Kesepakatan Damai dalam 1-2 Hari
“Uranium yang diperkaya Iran tidak akan ditransfer ke mana pun. Mengirim uranium ke Amerika Serikat bukanlah pilihan bagi kami,” katanya, dalam wawancara dengan media pemerintah.
Trump sebelumnya mengatakan uranium yang telah diperkaya milik Iran akan diambil untuk dibawa ke AS.
Dia juga Trump mengklaim Iran setuju untuk menghentikan pengayaan uranium serta bersedia memenuhi seluruh tuntutan AS untuk mengakhiri konflik.
"Iya. Mereka menyetujui seluruhnya," kata Trump, kepada NewsNation.
Sebelumnya sumber pejabat AS mengatakan kepada portal berita Axios, negaranya dan Iran telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan mengenai nota kesepahaman (MoU) setebal tiga halaman, bertujuan untuk mengakhiri konflik. Di antara isi kesepakatan mengatur tentang pengayaan uranium.
Pemerintahan Trump sedang bernegosiasi dengan Iran terkait beberapa isu, yakni persediaan uranium yang diperkaya, termasuk MoU yang menetapkan moratorium pengayaan uranium secara sukarela oleh Iran.
Editor: Anton Suhartono