Nah, AS Pastikan Uji Coba Senjata Nuklir Lagi
WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) akan melakukan uji coba nuklir kembali tanpa memicu ledakan atmosfer besar-besaran. Pernyataan soal uji coba nuklir ini pertama kali disampaikan Presiden Donald Trump tahun lalu setelah Rusia menguji coba dua senjata bertenaga nuklir yakni rudal dan drone torpedo.
Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) AS untuk Pengendalian Senjata dan Nonproliferasi Christopher Yeaw menjelaskan, negaranya berhak melakukan uji coba senjata nuklir kembali sebagaimana dilakukan Rusia dan China, tuduhan yang tak disertai bukti.
“Seperti telah disampaikan Presiden, AS kembali akan melakukan uji coba secara setara," ujarnya, dalam acara di Hudson Institute, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (18/2/2026).
Dia menegaskan, kesetaraan yang dimaksud bukan merujuk pada uji coba yang memicu ledakan awan cawan Ivy Mike dalam kisaran multi-megaton, seperti diyakini beberapa pihak yang berkepentingan dengan pengendalian senjata.
Rusia: Pernyataan Trump soal Uji Coba Nuklir AS Sangat Jelas, Tak Ambigu
AS, lanjut dia, masih membuka peluang untuk pembicaraan stabilitas strategis di masa depan mencakup isu-isu uji coba nuklir dan mekanisme verifikasi dengan negara lain, khususnya Rusia dan China.
Trump Sebut Amerika Negara Nuklir Nomor 1, Rusia Nomor 2 dan China Ke-3
“Saat kita mempelajari perundingan stabilitas strategis ini, mungkin akan membahas isu-isu uji coba nuklir dan beberapa cara verifikasi,” kata Yeaw.
Seluruh negara pemilik nuklir harus terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri perlombaan senjata.
"Di situlah kita butuhkan, negara-negara di dunia untuk terus mendesak agar semua negara pemilik senjata nuklir perlu terlibat dalam (negosiasi menuju penghentian perlombaan senjata nuklir)," tuturnya.
Editor: Anton Suhartono