Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dubes Sudan Ungkap Negaranya Diacak-acak Asing karena Kaya Sumber Daya Alam
Advertisement . Scroll to see content

Montenegro dan Serbia Saling Usir Duta Besar

Minggu, 29 November 2020 - 06:16:00 WIB
Montenegro dan Serbia Saling Usir Duta Besar
Montenegro dan Serbia saling mengusir duta besar terkait penyataan Dubes Vladimir Bozovic yang dianggap mencampuri urusan dalam negeri Montenegro (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

PREDGORICA, iNews.id - Montenegro dan Serbia saling mengusir duta besar, Sabtu (28/11/2020). Hubungan dua negara pecahan Yugoslavia itu semakin memburuk beberapa bulan terakhir.

Kementerian Luar Negeri Montenegro menyatakan, Duta Besar Serbia Vladimir Bozovic tak diinginkan lagi kehadirannya atau persona non grata karena dianggap mencampuri urusan dalam negeri negaranya.

Setelah itu giliran Serbia yang mengusir dubes Montenegro. Dubes Tarzan Milosevic diberi waktu 72 jam untuk meninggalkan negara tersebut.

Montenegro memproklamasikan kemerdekaan dari Serbia pada 2006, namun ketegangan seputar identitas nasional masih menghantui negara kecil di Balkan itu.

Bozovic pada Jumat lalu mengeluarkan pernyataan yang membuat merah kuping Montenegro. Dia menyebutkan, pertemuan majelis 1918 yang memutuskan Montenegro kehilangan kemerdekaan dan harus bergabung dengan Serbia untuk menjadi bagian dari Kerajaan Serbia, Kroasia, dan Slovenia, sebagai bentuk 'pembebasan'.

"Ekspresi bebas dari keinginan rakyat untuk bersatu dengan persaudaraan Serbia", katanya, dalam pertemuan asosiasi Serbia-Montenegro.

Mengomentari pernyataan Bozovic, Kemlu Montenegro menyatakan, Bozic meremehkan negaranya padahal telah diterima dengan ramah.

Pada 2018, anggota parlemen Montenegro mengadopsi resolusi yang secara simbolis membatalkan keputusan majelis 1918.

Hubungan kedua tetangga semakin tegang sejak tiga partai oposisi yang didominasi kubu nasionalis pro-Serbia meraih kemenangan dalam pemilu pada Agustus dan menguasai mayoritas parlemen.

Setelah pemilu, ribuan pendukung koalisi pro-Serbia merayakan kemenangan tersebut dengan berkumpul selama beberapa hari, mengibarkan bendera Serbia dan menyanyikan lagu-lagu nasionalis.

Presiden Milo Djukanovic bereaksi keras dan menuduh gereja memprovokasi ketakutan mengenai kemerdekaan Montenegro dari Serbia. Dia menyebut para pemimpin gereja Orthodoks ingin men-Serbia-kan warga Montenegro.

Sekitar 29 persen dari total 620.000 penduduk Montenegro merupakan etnis Serbia.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut