Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menlu Iran: Mojtaba Khamenei Segera Muncul ke Publik
Advertisement . Scroll to see content

Mojtaba Khamenei Disebut Diam-diam Diterbangkan ke Rusia untuk Operasi 

Senin, 16 Maret 2026 - 17:28:00 WIB
Mojtaba Khamenei Disebut Diam-diam Diterbangkan ke Rusia untuk Operasi 
Keberadaan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, masih menjadi misteri sejak diangkat ke posisi tersebut, awal Maret 2026. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Keberadaan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, masih menjadi misteri sejak diangkat ke posisi tersebut, awal Maret 2026. Laporan terbaru menyebutkan, Mojtaba diam-diam diterbangkan ke Rusia untuk menjalani operasi akibat luka yang dideritanya dalam serangan awal Amerika Serikat-Israel.

Surat kabar Kuwait Al-Jarida melaporkan, Mojtaba Khamenei dibawa keluar dari Iran menggunakan pesawat militer Rusia menuju Moskow. Dia disebut meninggalkan Teheran pada 12 Maret dan menjalani operasi untuk menangani cedera serius pada kakinya, yang dikabarkan berjalan sukses.

Media itu mengutip sumber tingkat tinggi yang dekat dengan pemimpin tertinggi Iran. Menurut sumber tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi menawarkan bantuan medis dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Teheran terkait kabar tersebut. Pemerintah Iran sebelumnya menegaskan tidak ada masalah dengan kondisi kesehatan Mojtaba.

Spekulasi soal Luka Mojtaba

Kabar tentang kemungkinan luka yang dialami Mojtaba sebelumnya juga muncul dalam berbagai laporan media Barat dan Israel. Sejumlah sumber menyebut dia terluka dalam serangan awal AS-Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu, yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, bersama beberapa anggota keluarganya.

Media Israel Ynet News melaporkan, pejabat intelijen Israel meyakini Mojtaba terluka dalam serangan pembuka yang disebut sebagai operasi "Roaring Lion". Dua pejabat militer Israel juga mengatakan kepada The New York Times, informasi intelijen menunjukkan Mojtaba mengalami cedera serius pada kaki.

Spekulasi mengenai kondisi kesehatan Mojtaba juga muncul, tak lama setelah dia diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran. Saat itu, televisi pemerintah Iran menyebut Mojtaba sebagai veteran yang terluka dalam perang Ramadan. Sebagian analis menganggap penggunaan istilah itu sebagai pengakuan tersirat Mojtaba mengalami luka dalam serangan tersebut.

Media lainnya melaporkan berbeda terkait kondisi kesehatan Khamenei. Tabloid Inggris The Sun, misalnya, mengutip sumber yang disebut berhasil mengirim pesan dari Teheran di tengah pemadaman internet. Media itu mengklaim pemimpin Iran tersebut kehilangan satu kaki dan dalam kondisi koma.

Sumber yang sama juga menyebut Mojtaba mengalami kerusakan serius pada organ perut atau hati dan dirawat di ruang trauma dengan pengamanan ketat di Rumah Sakit Universitas Sina di Teheran. Namun, laporan tersebut tidak menjelaskan secara rinci kapan dan bagaimana Mojtaba terluka.

Sementara itu, laporan CNN yang juga mengutip sumber anonim menyebut Mojtaba Khamenei mengalami luka yang relatif lebih ringan pada hari pertama serangan, seperti patah pada kaki, memar di sekitar mata kiri, serta luka kecil di wajah.

Pemerintah Amerika Serikat juga ikut menyoroti rumor mengenai kondisi pemimpin Iran tersebut. Presiden Donald Trump mengatakan, dia mendengar kabar Mojtaba mungkin sudah tidak hidup, meskipun dia mengakui informasi itu masih berupa rumor.

"Saya bahkan tidak tahu apakah dia masih hidup. Sampai sekarang tidak ada yang bisa menunjukkannya. Saya mendengar dia sudah tidak hidup. Jika dia masih hidup, sebaiknya dia melakukan sesuatu yang sangat cerdas untuk negaranya, yaitu menyerah," kata Trump kepada NBC News.

Pernyataan Trump muncul sehari setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengeklaim Mojtaba Khamenei terluka dan kemungkinan mengalami cacat akibat serangan militer baru-baru ini.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut