Misi Kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla Mulai Berlayar 12 April, Greenpeace Ikut
OVIEDO, iNews.id - Misi kemanusiaan ke Jalur Gaza, Global Sumud Flotilla, kembali berlayar tahun ini. Kali ini organisasi lingkungan internasional Greenpeace ikut serta.
Greenpeace mengumumkan akan bergabung dengan Global Sumud Flotilla dalam misi upaya menembus blokade Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung bertahun-tahun. Selain aktivis, Greenpeace juga menyumbang satu kapal, termasuk memberi dukungan teknis dan operasional.
Kapal Greenpeace, Arctic Sunrise, berukuran 50,5 meter, bisa membawa maksimal 30 orang.
“Sejarah Greenpeace dalam membela laut, menghadapi ketidakadilan, dan melakukan tindakan untuk membela kehidupan, menambah kekuatan untuk misi musim semi 2026 kami,” kata Susan Abdullah, anggota Komite Pengarah Global Sumud Flotilla, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (7/4/2026).
Libatkan Ribuan Tenaga Medis, Global Sumud Flotilla Akan Bergerak ke Gaza dari Laut dan Darat
“Kita berlayar bersama ke arah yang sama, dengan tekad bersama, untuk membantu menembus pemblokaden ilegal Israel terhadap Gaza.”
Armada dijadwalkan berlayar dari Barcelona, Spanyol, Minggu (12/4/2026). Sehari sebelumnya akan digelar pertemuan solidaritas publik.
Misi Kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla Bergerak Lagi, Libatkan Ribuan Tenaga Medis
“Meski pemerintah dunia kurang memiliki keberanian dan keyakinan untuk menegakkan hukum internasional dan kewajiban mereka untuk mencegah genosida di Gaza, Global Sumud telah menjadi cahaya terang solidaritas kemanusiaan dan simbol harapan dalam tindakan,” kata Eva Saldana, direktur eksekutif Greenpeace Spanyol.
Dalam misi sebelumnya pada September lalu, Global Sumud Flotilla berlayar dari Spanyol, terdiri atas mencakup 43 kapal dan 462 orang. Sebelum mencapai Gaza, pasukan Israel mencegat kapal-kapal tersebut dan menahan para aktivis, termasuk aktivis iklim Swedia Greta Thunberg.
Namun misi kali ini, armada dan jumlah orang yang terlibat lebih besar. Dari laut akan ada 100 kapal serta lebih dari 1.000 peserta ditambah dengan peserta yang berangkat melalui jalur darat.
Editor: Anton Suhartono