Miris, Ibu Terpaksa Jual Anak Perempuan Demi Hidupi 3 Adik
GHAZNI, iNews.id - Seorang ibu di Afghanistan terpaksa menjual anaknya seharga 1,200 Pound Sterling atau sekitar Rp22 juta. Hal itu terpaksa dia lakukan demi biaya hidup tiga saudara perempuan lainnya.
Marzieh merupakan ibu empat anak yang tidak memiliki rumah. Anak pertama yang terpaksa dijual berumur 13 tahun.
Seorang figur publik lokal, Mohammad Zaman Zaki mengatakan kepada Ettela'at-e-Rooz bahwa ibu itu terpaksa menukar anak pertamanya dengan uang. Hal itu karena kemiskinan dan kelaparan yang melanda Afghanistan.
“Dia menjual anaknya yang berumur 13 tahun agar bisa mencari roti untuk ketiga anak perempuannya,” katanya.
Marzieh dikabarkan pindah dari Qala-e-Qadam bersama keempat putrinya setelah bercerai dengan suaminya. Perceraian dipicu sang suamu yang merupakan pecandu narkoba dan alkohol.
Selain kasus Marzieh, masih banyak kejadian serupa dimana orang tua di Afghanistan terpaksa menjual anak perempuan mereka untuk mempertahankan hidup dan anggota keluarga yang lain.
Sebelumnya, seorang ayah bernama Mir Nazir yang telah merencanakan untuk menjual anaknya yang berumur 4 tahun untuk memberi makan anggota keluarganya yang lain.
“Ini bukan tentang sebuah pilihan, tapi sebuah hal yang sangat mendesak. Saya memilih untuk mati daripada menjual anak. Tapi jika saya mati, siapa yang akan memberi makan anggota keluarga yang lain?” ucap Mir Nazir.
Kejadian ini semakin marak setelah anggota Taliban dikabarkan membeli anak perempuan mulai dari harga Rp15 juta untuk dinikahi atau bahkan diasuh hingga dewasa untuk dijadikan budak seks.
Dilansir dari The Sun, anak-anak di bawah umur dijual antara £811 dan £2.027 (setara dengan Rp15 juta hingga Rp38 juta) atau ditukar dengan senjata atau hewan ternak.
Praktik ini dikatakan tersebar luas di distrik dekat Kabul dan telah bertambah banyak semenjak jatuhnya pemerintah. Diperparah dengan keruntuhan keuangan akibat Taliban yang mengambil alih kekuasaan negara tersebut.
Editor: Umaya Khusniah