BUDAPEST, iNews.id – Hungaria masih berkeras menentang rencana embargo minyak dan gas Rusia oleh Uni Eropa. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Hungaria, Zoltan Kovacs, Senin (2/5/2022).
“Sikap Hungaria mengenai embargo minyak dan gas (Rusia) tidak berubah: Kami tidak mendukungnya,” kata Kovacs kepada Reuters.
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Uni Eropa tengah merampungkan paket keenam sanksi untuk Rusia atas tindakan militer Moskow di Ukraina. Salah satu jenis hukuman yang dimasukkan dalam paket itu adalah larangan membeli minyak Rusia.
Akan tetapi, Komisi Eropa tampaknya bakal mengecualikan Hungaria dan Slovakia dari pemberlakuan embargo minyak Rusia tersebut. Hal itu mengingat besarnya ketergantungan dua negara anggota Uni Eropa itu terhadap produk energi Moskow.
Menlu Rusia Sebut Adolf Hitler Keturunan Yahudi, Israel Murka Sekali
Hungaria, yang sangat bergantung pada minyak Rusia, telah berulang kali mengatakan tidak akan menandatangani kesepakatan soal sanksi yang melibatkan sektor energi. Slovakia pun demikian, karena juga tercatat sebagai salah satu negara Uni Eropa yang paling bergantung pada bahan bakar fosil Rusia.
Demi menjaga agar organisasi kawasan yang terdiri atas 27 negara itu tetap bersatu, Komisi Eropa mungkin menawarkan Slovakia dan Hungaria untuk dikecualikan dari aturan embargo itu. “Pengecualian atau masa transisi yang panjang (untuk Slovakia dan Hungaria),” kata salah satu pejabat Uni Eropa kepada Reuters.
Digempur Heli Militer Ukraina, Wilayah Rusia Diguncang 2 Ledakan Kuat
Menurut dia, embargo minyak Rusia akan dilakukan secara bertahap. Di samping itu, paket sanksi tersebut kemungkinan besar baru berlaku penuh mulai awal tahun depan.
Menurut jadwal, paket sanksi itu akan dipresentasikan kepada para duta besar negara-negara anggota Uni Eropa pada Rabu (4/5/2022).
Rusia: Barat Ingin Menghukum Kami, tapi Malah Nyolong Uang Kami Rp4.357,5 Triliun
Editor: Ahmad Islamy Jamil