Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
ISTANBUL, iNews.id - Menteri luar negeri dari delapan negara mayoritas berpenduduk Muslim mengutuk penggerudukan ribuan pemukim ilegal Israel terhdadap Masjid Al Aqsa. Sekitar 1.300 pemukim Yahudi, termasuk menteri radikal Itamar Ben Gvir, menggeruduk Masjid Al Aqsa pada Kamis (23/7/2026).
Masjid Al-Aqsa (Al Haram Al Sharif) di Yerusalem Timur dianggap sebagai situs tersuci ketiga dalam Islam.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki bersama tujuh negata lain mengutuk keras kehadiran Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir di Bukit Bait Suci Yerusalem untuk merayakan Hari Raya Yahudi Tisha b'Av.
"Menteri Luar Negeri Republik Turki, Republik Arab Mesir, Republik Indonesia, Kerajaan Yordania, Republik Islam Pakistan, Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, mengutuk keras eskalasi Israel di Masjid Al Aqsa/Al Haram Al Sharif," bunyi pernyataan bersama, dikutip Jumat (24/7/2026).
Ribuan warga Israel leluasa memasuki kompleks masjid yang menjadi kiblat pertama umat Islam itu di bawah pengawalan kepolisian Zionis.
"(Mereka melakukan) Pengibaran bendera Israel di halaman masjid, mendirikan dua tenda oleh polisi Israel, serta semua tindakan provokatif lainnya," bunyi demikian isi pernyataan.
Pernyataan juga mengungkap, tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, resolusi PBB, serta status quo historis dan hukum situs-situs suci umat Islam dan Kristen di Yerusalem Timur.
"Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem yang diduduki atau situs-situs suci Islam dan Kristen," tambah pernyataan itu.
Para menlu juga menyerukan kepada Israel untuk segera mencabut pembatasan akses ke Kota Tua Yerusalem dan tidak menghalangi jemaah yang hendak beribadah ke Masjid Al Aqsa.
Editor: Anton Suhartono