Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Zelensky Ungkap 55.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Perang Melawan Rusia
Advertisement . Scroll to see content

Menhan Rusia dan China Bertemu Virtual, Tandatangani Kerja Sama Militer

Rabu, 24 November 2021 - 05:41:00 WIB
Menhan Rusia dan China Bertemu Virtual, Tandatangani Kerja Sama Militer
Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia, Sergey Shoygu. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia, Sergey Shoygu bertemu Menhan China, Wei Fenghe secara virtual. Kedua menteri menandatangani peta jalan kerja sama militer.

Dalam pertemuan pada Selasa (23/11/2021) tersebut, Shoygu mengklaim Amerika Serikat (AS) menggelar latihan nuklir di dekat perbatasan Rusia. 

“Bulan ini, selama latihan Global Thunder Pasukan Strategis AS, 10 pesawat pembom strategis mempraktikkan opsi penggunaan senjata nuklir hampir secara bersamaan dari arah barat dan timur,” kata Shoygu dalam pertemuan tersebut.

Shoygu menambahkan, pasukan penerbangan strategis AS telah meningkatkan jumlah penerbangannya di dekat perbatasan Rusia. Bulan lalu, sebuah pesawat pengebom Amerika melakukan sekitar 30 penerbangan pada jarak 20 kilometer dari negara itu.

Menurutnya, di tengah kondisi 'tumbuhnya turbulensi geopolitik', kerja sama militer Rusia-China akan memiliki makna baru. 

“China dan Rusia telah menjadi mitra strategis selama bertahun-tahun. Saat ini, dalam kondisi meningkatnya turbulensi geopolitik dan meningkatnya potensi konflik di berbagai belahan dunia, pengembangan kerja sama kami sangat relevan,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Shoygu juga memuji latihan dan patroli militer gabungan Rusia-China di Samudra Pasifik.

Sementara itu, Wei mengatakan Beijing menyadari adannya ancaman, tekanan dan pencegahan militer dari AS terhadap Federasi Rusia. Hal itu juga AS lakukan terhadap China. 

"Menghadapi pencegahan dan tekanan gila dari AS, China dan Rusia bersatu seperti gunung besar. Persahabatan kedua negara tak dapat dipatahkan," katanya.

Dia menyatakan, Moskow dan Beijing bersama-sama menentang hegemoni AS, menentang rezim demokrasi palsu dan multikulturalisme palsu AS, serta manifestasi perang dingin dalam bentuk baru.

Di akhir pertemuan, kedua menteri menandatangani peta jalan kerja sama militer. Dokumen yang ditandatangani membutuhkan peningkatan kerja sama antara angkatan bersenjata kedua negara melalui latihan militer strategis dan patroli bersama.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut