Mengenal Rudal Khorramshahr-4 Iran yang Siap Digunakan Perang Lawan AS
JAKARTA, iNews.id - Iran telah memasukkan salah satu rudal balistik teranyar ke dalam jajaran arsenalnya di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di kawasan.
Rudal yang dimaksud adalah Khorramshahr-4, atau dikenal sebagai Kheibar, yang kini mulai dioperasikan dan ditempatkan di fasilitas bawah tanah milik Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC).
Khorramshahr-4 merupakan generasi terbaru dari keluarga rudal Khorramshahr yang dikembangkan oleh Iran sebagai bagian dari program rudal balistik strategis. Senjata ini tergolong sebagai rudal balistik jarak menengah (MRBM) dengan performa yang jauh lebih canggih dibandingkan varian sebelumnya.
Rudal Khorramshahr-4 pertama kali diperkenalkan secara publik oleh pejabat pertahanan Iran pada Mei 2023 sebagai bagian dari modernisasi sistem persenjataan negara tersebut. Setelah beberapa tahun pengembangan, pada awal 2026 Iran mengumumkan bahwa rudal ini telah diterjunkan secara operasional dan ditempatkan di fasilitas bawah tanah milik IRGC, tempat yang Iran sebut sebagai “kota rudal” (missile cities).
Mantan Menhan Israel Takut Negaranya Dihujani Rudal Iran
Beberapa karakteristik utama Khorramshahr-4 yang menjadikannya ancaman strategis penting adalah:
Dipengaruhi Netanyahu, Trump Kini Incar Program Rudal Iran
Penempatan Khorramshahr-4 ke dalam status operasional tidak hanya menambah kapabilitas militer Iran, tetapi juga memperluas kemungkinan tekanan strategis terhadap AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Dengan jangkauan dan kapasitas hulu ledaknya, rudal ini kini dapat mencakup seluruh kawasan Teluk, Israel, hingga pangkalan militer asing lainnya, menjadikannya simbol kemampuan Iran dalam proyeksi kekuatan jangka menengah.
Posisi rudal yang ditempatkan di fasilitas bawah tanah juga memperkuat strategi survivabilitas Iran, mengurangi kemungkinan dihancurkan oleh serangan pendahuluan dan meningkatkan kemampuan balasan (second strike) jika terjadi konflik besar.
Pengoperasian Khorramshahr-4 terjadi di tengah hubungan yang memanas antara Iran dan AS, termasuk ketegangan militer dan diplomasi yang penuh tantangan. Keberadaan rudal ini sering disebut sebagai bagian dari doktrin pertahanan dan pencegahan konflik Iran, yang menurut pihak Teheran penting untuk menjaga kedaulatan nasional di tengah tekanan luar negeri.
Dengan demikian, Khorramshahr-4 bukan sekadar senjata, tetapi juga sinyal politik dan militer yang kuat, mencerminkan ambisi Teheran dalam mempertahankan pengaruhnya di kawasan saat perselisihan dengan Washington terus berlangsung.
Editor: Anton Suhartono