Menakjubkan! Badai Matahari Sampai Bumi, Langit Tampilkan Aurora Pink
WASHINGTON, iNews.id - Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) mengungkap fenomena badai matahari yang dampaknya dirasakan di Bumi pada Selasa hingga Kamis pekan ini.
Pertunjukan aurora spektakuler di wilayah lintang rendah yang tidak biasa, muncul pada Rabu hingga Kamis malam, akibat aktivitas matahari yang intens.
Fenomena tersebut bisa disaksikan pada Rabu malam di langit Selandia Baru dan Australia, disebabkan lontaran masif partikel matahari yang dikenal sebagai lontaran massa koronal (CME) yang memicu badai geomagnetik saat mencapai Bumi.
NOAA menyatakan badai level 4 dari skala 5 terjadi pada Selasa, namun bisa terulang kembali pada Kamis (13/11/2025).
Badai Matahari Terjang Bumi pada 10-11 Oktober, Begini Penampakan Langit Malam
Dampaknya langit di belahan selatan, termasuk Selandia Baru dan Australia, hingga ke tengah, seperti Meksiko, menyala dengan cahaya pink dan hijau redup. Langka, karena penduduk di selatan dan tengah tak harus melakukan perjalanan jauh ke kutub Bumi untuk melihat fenomena tersebut.
Tahun lalu, badai geomagnetik level 5 terjadi untuk pertama kali dalam 20 tahun, menghasilkan pemandangan Aurora Borealis dan Aurora Borealis yang sama spektakulernya.
Siap-Siap Badai Matahari mulai 10 Oktober! Ini Dampaknya bagi Bumi
Untuk bisa melihat aurora, warga disarankan mencari langit yang lebih gelap, jauh dari lampu-lampu kota dan membawa kamera atau ponsel yang bisa merekam cahaya tersebut melalui foto eksposur lama, jika tak bisa melihatnya oleh mata telanjang.
Editor: Anton Suhartono