Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perjanjian Dagang RI-AS Berpotensi Berubah, Tarif Produk Unggulan Diminta Tetap 0 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Memanas! Trump bakal Naikkan Tarif Global Jadi 15 Persen, Lawan Keputusan MA

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:32:00 WIB
Memanas! Trump bakal Naikkan Tarif Global Jadi 15 Persen, Lawan Keputusan MA
Presiden AS Donald Trump (foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bakal menerapkan tarif global sebesar 15 persen, naik dari 10 persen yang diumumkan sehari sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan melalui media sosial pada Sabtu (21/2/2026), hanya sehari setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar tarif impor yang sebelumnya dia tetapkan.

Keputusan Mahkamah Agung pada Jumat menyatakan, tarif yang diberlakukan Trump terhadap hampir seluruh negara menggunakan undang-undang kekuasaan darurat adalah inkonstitusional. Dengan suara 6-3, para hakim menyatakan bahwa kewenangan menetapkan dan mengubah tarif berada di tangan Kongres, bukan presiden.

Meski demikian, Trump menegaskan tetap akan melanjutkan kebijakan tarif dengan dasar hukum berbeda yang dinilai lebih terbatas. Dia sebelumnya telah menandatangani perintah eksekutif untuk mengenakan pajak impor 10 persen terhadap barang dari seluruh dunia.

Gedung Putih belum memberikan tanggapan terkait kapan Trump akan menandatangani perintah terbaru untuk menaikkan tarif menjadi 15 persen.

"Saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, akan segera, menaikkan tarif global 10 persen untuk negara-negara, yang banyak di antaranya telah menipu AS selama beberapa dekade, tanpa pembalasan (sampai saya berkuasa!), ke tingkat 15 persen," kata Trump di platform Truth Social.

Sebelumnya, putusan Mahkamah Agung memicu reaksi keras dari Trump. Seperti dilansir dari AP, dia melancarkan serangan personal terhadap para hakim yang memutuskan menolak kewenangannya, termasuk dua hakim yang dia tunjuk pada masa jabatan pertamanya, yakni Neil Gorsuch dan Amy Coney Barrett.

Trump juga mengkritik Ketua Mahkamah Agung John Roberts yang menulis pernyataan mayoritas. Sebaliknya, dia memuji Hakim Brett Kavanaugh, serta Hakim Clarence Thomas dan Samuel Alito yang berada di pihak minoritas.

Tarif selama ini menjadi pilar utama kebijakan ekonomi Trump. Dia mengklaim kebijakan itu mampu memperbaiki defisit perdagangan, menghidupkan kembali manufaktur AS, serta menekan negara lain agar mengambil tindakan tertentu, mulai dari pemberantasan perdagangan narkoba hingga menghentikan konflik.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut