Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran: Tawaran Damai Trump Hanya Sandiwara untuk Tenangkan Pasar
Advertisement . Scroll to see content

Maskapai Bertumbangan Imbas Perang Timteng, Giliran Vietnam dan Myanmar Pangkas Penerbangan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:01:00 WIB
Maskapai Bertumbangan Imbas Perang Timteng, Giliran Vietnam dan Myanmar Pangkas Penerbangan
Krisis bahan bakar mesin jet akibat perang Timur Tengah berdampak pada penerbangan di Vietnam dan Myanmar (Foto: Vietnam Airlines)
Advertisement . Scroll to see content

HANOI, iNews.id - Krisis bahan bakar mesin jet akibat perang Timur Tengah juga berdampak pada bisnis penerbangan di Vietnam dan Myanmar. Sebelumnya Filipina akan mengandangkan pesawat-pesawat yang melayani penerbangan domestik.

Maskapai penerbangan nasional Vietnam terpaksa menghentikan sementara puluhan penerbangan domestik setiap pekan mulai April karena keterbatasan pasokan bahan bakar. Harga bahan bakar jet terus melonjak sejak awal Maret, menyusul perang AS-Israel melawan Iran.

Konflik yang meluas ke negara-negara Teluk itu menyebabkan harga minyak melonjak drastis serta memicu kekhawatiran akan kekurangan pasokan bahan bakar.

Vietnam Airlines berencana menghentikan sementara operasi di beberapa rute mulai 1 April,” bunyi pernyataan maskapai tersebut, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (25/3/2026).

Maskapai menghentikan total 23 penerbangan setiap pekan. Disebutkan, keterbatasan pasokan bahan bakar jet A-1 karena konflik di Timur Tengah berdampak pada domestik yang mendorong pemangkasan perjalanan. Namun Vietnam Airlines tetap mempertahankan penerbangan domestik utama serta internasional.

Maskapai di Vietnam berupaya menaikkan anggaran bahan bakar pada rute internasional.

Vietnam baru-baru ini meminta bantuan bahan bakar dari beberapa negara, seperti Qatar, Kuwait, Aljazair, dan Jepang. Pada Senin lalu Vietnam meneken kesepakatan dengan Rusia tentang produksi minyak dan gas di kedua negara.

Maskapai penerbangan Myanmar juga mengumumkan akan membatalkan beberapa penerbangan domestik karena kondisi yang tidak bisa dihindari.

Filipina lebih parah, menghentikan operasional pesawat karena kekurangan bahan bakar jet disebabkan perang AS-Israel dengan Iran.

Presiden Ferdinand Marcos Jr menyebutkan, pengandagan pesawat merupakan kemungkinan yang nyata.

Beberapa negara memberi tahu maskapai Filipina bahwa mereka tidak bisa memenuhi permintaan bahan bakar. Kondisi itu memaksa maskapai mengisi bahan bakar pesawat berlebih guna memastikan perjalanan pergi dan pulang.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut