Masjid Tokyo Kembali Dibuka setelah Ditutup sejak Tahun Lalu
TOKYO, iNews.id – Tokyo Camii atau Masjid Tokyo akhirnya kembali dibuka untuk salat berjamaah, Jumat (12/3/2021). Sebelumnya, masjid utama di ibu kota Jepang itu sempat ditutup selama 10 pekan akibat pembatasan Covid-19.
Sejak dibuka kembali hari ini, pengelola masjid menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama penyelenggaraan ibadah. Jamaah diharuskan menggunakan masker, menjaga jarak fisik, dan menggunakan sajadah sekali pakai.
Tokyo Camii ditutup untuk salat berjamaah sejak akhir Desember lalu. Penutupan msjid itu sebagai bagian dari upaya pemerintah setempat mencegah penyebaran infeksi Covid-19 di kota terbesar di negeri sakura.
Tokyo sendiri tercatat sebagai daerah yang paling parah dilanda pandemi di Jepang.
Selain Jepang, Ini 17 Tempat Wisata Menikmati Keindahan Sakura di Dunia
Sampai saat ini, kejadian infeksi virus corona di Jepang mencapai 443.714 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 8.457 di antaranya berujung pada kematian.
Tokyo Camii adalah masjid yang bersejarah. Rumah ibadah itu awalnya dibangun bersamaan dengan sekolah yang berdampingan di lokasi yang sama pada 12 Mei 1938 oleh imigran Bashkir dan Tatar dari Rusia yang datang ke Jepang setelah Revolusi Oktober.
Jepang Mungkin Larang Penonton Olimpiade Tokyo dari Luar Negeri
Masjid itu dibuat di bawah arahan Abdurreshid Ibrahim (imam pertama masjid) dan Abdülhay Kurban Ali.
Wow! Miliarder Jepang Cari 8 Orang untuk Diajak Jalan-Jalan Keliling Bulan
Pada 1986, masjid terpaksa dibongkar karena strukturnya mengalami kerusakan yang parah. Di bawah arahan dan dukungan Direktorat Urusan Agama Turki, sebuah bangunan baru didirikan pada 1998.
Arsitek masjid itu adalah Hilmi Senalp. Ornamennya didasarkan pada arsitektur yang sarat nilai religius dari budaya Turki Usmani.
Proses detail finishing masjid itu melibatkan sekitar 70 perajin Turki. Pembangunan ulang Tokyo Camii rampung pada 2000 dengan menelan biaya total sekitar 1,5 miliar yen.
Editor: Ahmad Islamy Jamil