Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Bakal Kirim Kapal Induk Lagi ke Timur Tengah: 1 Lagi Mungkin Menyusul!
Advertisement . Scroll to see content

Mantan Presiden Rusia Sebut Negaranya Tengah Kembangkan Produksi Senjata Paling Kuat 

Minggu, 11 Desember 2022 - 21:37:00 WIB
Mantan Presiden Rusia Sebut Negaranya Tengah Kembangkan Produksi Senjata Paling Kuat 
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan negaranya tengah meningkatkan produksi senjata generasi baru untuk melindungi diri dari musuh di Eropa, Amerika Serikat (AS) dan Australia.

“Kami meningkatkan produksi alat penghancur yang paling kuat. Termasuk yang berdasarkan prinsip-prinsip baru,” kata Medvedev di aplikasi perpesanan Telegram, Minggu (11/12/2022).

Dia menyebut, musuh Rusia tak hanya Ukraina, namun juga Eropa, Amerika Utara, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan banyak tempat lain yang berjanji setia kepada Nazi.

Sayangnya, wakil kepala Dewan Keamanan Rusia itu tidak memberikan rincian senjata tersebut.

Presiden Vladimir Putin telah berulang kali mengatakan Rusia telah mengembangkan senjata jenis baru, termasuk senjata hipersonik. Senjata yang dia banggakan itu dapat menghindari semua sistem pertahanan rudal yang ada.

Sejak Putin mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, Medvedev yang berusia 57 tahun secara teratur menggunakan media sosial untuk menulis postingan yang semakin bombastis.

Jumat lalu, Putin mengatakan Rusia dapat mengubah doktrin militernya dengan memperkenalkan kemungkinan serangan pre-emptive untuk melucuti senjata musuh, dengan merujuk pada serangan nuklir.

Kepala Kremlin mengklaim bahwa rudal jelajah dan sistem hipersonik Rusia lebih modern dan bahkan lebih efisien daripada yang ada di AS.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut