Mantan PM Muhyiddin Yassin Tiba di KPK Malaysia, Berdoa Bersama Anggota Partai sebelum Masuk
KUALA LUMPUR, iNews.id - Mantan perdana menteri Malaysia Muhyiddin Yassin telah tiba di markas badan antikorupsi negara itu pada Kamis (9/3/2023). Dia dipanggil untuk dimintai ketrangan terkait tuduhan penyalahgunaan dalam program stimulus yang diluncurkan di bawah kepemimpinannya.
Sebelum masuk kantor Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC), Muhyiddin yang menjabat perdana menteri selama 17 bulan antara 2020-2021 membacakan doa bersama anggota partai lainnya.
Sebelumnya, Muhyiddin membantah tuduhan terlibat dalam skandal korupsi Jana Wibawa. Dia justru menggambarkan apa yang dialaminya saat ini sebagai balas dendam politik.
Muhyiddin dan partainya menghadapi penyelidikan korupsi sejak kalah dari Anwar Ibrahim dalam pemilihan yang diperebutkan dengan ketat pada November lalu.
Anwar Ibrahim Gugat Mantan PM Malaysia Muhyiddin Yassin terkait Uang Rp52 Miliar
Perdana Menteri Anwar Ibrahim tahun lalu memerintahkan peninjauan proyek-proyek pemerintah senilai miliaran dolar yang disetujui oleh Muhyiddin. Salah satunya program bantuan Covid-19 yang dituduh tidak mengikuti prosedur yang tepat.
Skema Jana Wibawa diperkenalkan oleh pemerintahan Muhyiddin untuk mempercepat pelaksanaan proyek dan meningkatkan perekonomian negara selama dan setelah pandemi Covid-19. Skema tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas kontraktor Bumiputera/Melayu dalam industri konstruksi agar lebih berdaya saing, tangguh dan potensial.
Dua pemimpin dari partai Bersatu yang diketuai Muhyiddin telah didakwa oleh MACC dengan suap atas proyek pemulihan ekonomi yang diluncurkan oleh pemerintahnya.
Bulan lalu, MACC meminta keterangan kepada Muhyiddin mengenai proyek yang sama. MACC juga telah membekukan rekening bank milik pihak Muhyiddin.
Editor: Umaya Khusniah