Malaysia Diserang Penyakit Monkey Malaria, 1 Orang Meninggal Dunia
SABAH, iNews.id - Kasus Monkey Malaria di Sabah, Malaysia, dilaporkan meningkat tajam. Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, mengungkapkan hingga pekan epidemiologi ke-16 tercatat sebanyak 357 kasus Monkey Malaria, dengan satu kematian akibat penyakit zoonosis tersebut.
Penyakit ini diketahui menular dari monyet ke manusia melalui gigitan nyamuk. Monkey Malaria paling sering disebabkan oleh parasit Plasmodium knowlesi.
Dzulkefly mengatakan, distrik Tawau, Ranau, dan Kudat menjadi wilayah dengan kontribusi kasus tertinggi di Sabah.
"Seluruh klinik dan rumah sakit pemerintah mampu mendeteksi malaria monyet,” kata Dzulkefly.
Legislator Partai Perindo Mimika Rampeani Rachman Bantu Korban Banjir dan Soroti Masalah Malaria
Dia menegaskan deteksi dini dan penanganan cepat menjadi kunci penting untuk menekan risiko kematian akibat infeksi tersebut. Menurutnya, peningkatan aktivitas manusia di habitat satwa liar ikut memperbesar kontak antara manusia dan monyet, sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit zoonosis.
Dzulkefly juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dan pembukaan lahan yang terkendali guna mengurangi interaksi manusia dengan monyet.
Temui Jokowi, SBY Lapor Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
"(Untuk menangani masalah ini) Kami memerlukan pengawasan terpadu antarlembaga serta edukasi publik yang dilakukan secara berulang," ujarnya.
Selain membahas lonjakan Monkey Malaria, Dzulkefly turut menyinggung persoalan kekurangan tenaga dokter di Sabah yang disebut sebagai bagian dari masalah nasional di Malaysia. Dia menyebut pemerintah telah membentuk satuan tugas khusus lintas kementerian untuk menangani kebutuhan dokter, dokter spesialis, dan mempertahankan tenaga kesehatan.
Sebanyak 42 dokter pelatihan baru juga telah ditempatkan di Duchess of Kent Hospital, Sandakan. Sekitar 70 persen di antaranya berasal dari Sabah.
Editor: Muhammad Sukardi